Variasi Bahasa

Variasi Bahasa

(VARIASI REGIONAL, VARIASI SOSIAL, DAN STUDI VARIASI)

 

Oleh: Firdawati, S.Pd.

 

A.  Pendahuluan

Topik yang paling populer dan utama dalam sosiolinguistik adalah variasi bahasa. Berkembang pendapat bahwa sosiolinguistik adalah disiplin ilmu yang menelaah variasi bahasa atau bahasa dalam masyarakat.

Variasi bahasa dipandang sebagai suatu fenomena kebahasaan yang memiliki dua sisi. Dari sisi internal, variasi dianggap sebagai suatu varian yang tidak memberi pengaruh. Sementara dari sisi lainnya yaitu sudut sosiolinguistik, variasi ”dicurigai” karena mengandung makna tertentu.

Pada tulisan ini akan dijelaskan tentang variasi bahasa yang mencakup regional dan variasi sosial. Selain itu dijelaskan beberapa studi tentang variasi bahasa.

 

B.  Variasi Bahasa

Variasi bahasa merupakan pokok bahasan dalam studi sosiolinguistik, sehingga Kridalaksana (1974, dalam Chaer dan Agustina 2004:61) mendefinisikan sosiolinguistik sebagai cabang linguistik yang menjelaskan ciri-ciri variasi bahasa dan menetapkan korelasi ciri-ciri bahasa tersebut dengan ciri-ciri sosial kemasyarakatan.

  1. 1. Jenis Variasi Bahasa

Wardhough (1990:127) membedakan variasi bahasa menjadi variasi regional dan variasi sosial. Kedua variasi bahasa tersebut akan dijelaskan berikut ini.

  1. Variasi Regional

Di masa lampau ketika teknologi komunikasi dan perkembangan media masa belum semaju sekarang, orang dapat menyaksikan betapa gunung dan sungai memisahkan kelompok-kelompok manusia yang menyebabkan munculnya perubahan-perubahan bahasa. Misalnya di Inggris pada pengucapan kata-kata bahasa Inggris oleh orang-orang London, Manchester, dan Hyde. Kata ’brush’ orang London mengucap [brLs], orang Manchester mengucapkan [bras], dan orang Hyde mengucapkan [brais]. Di Indonesia misalnya kata cengkeh, orang Batak Karo menyebut singke, orang Minangkabau menyebut cangkeh, orang Lampung menyebut cangkih, orang Madura menyebut cengke, dan orang Flores menyebut singke (Wijayakusuma, 1996:35)

Contoh-contoh di atas membuktikan bahwa karena rintangan geografis seperti gunung dan sungai, bahasa yang tadinya merupakan satu alat komunikasi bersama yang seragam antar kelompok mengalami perubahan sebagai akibat dari perpindahan kelompok-kelompok manusia itu dari lokasi yang satu ke lokasi yang lain. variasi bahasa yang disebabkan oleh faktor-faktor geografis ini menciptakan bahasa baru yang mungkin masih dipahami oleh semua kelompok penuturnya, namun telah mengalami berbagai perubahan. Bahasa baru ini disebut dialek.

 

b.  Variasi Sosial

Kehidupan sosial dalam masyarakat sangat mempengaruhi tingkah laku berbahasa. Kedudukan sosial atau kelas sosial mengacu kepada golongan masyarakat yang mempunyai kesamaan tertentu dalam bidang kemasyarakatan seperti ekonomi, pekerjaan, pendidikan, kedudukan, kasta dan sebagainya.

Seorang individu mungkin mempunyai status sosial yang lebih dari satu. Misalnya si A adalah seorang guru yang suaminya seorang pejabat. Jika dia seorang guru PNS, dia masuk ke dalam kelas pegawai negeri dan juga masuk ke dalam kelas istri pejabat. Ketika dia berkomunikasi dengan sesama PNS, bahasa yang digunakannya akan berbeda ketika dia berkomunikasi dengan teman-temannya sesama istri pejabat. Variasi ini menyebabkan munculnya ragam-ragam khusus yang lazim dituturkan oleh masing-masing kelompok tersebut yang dinamakan sosiolek.

Dalam pengkajian sosiolek ditemukan beberapa istilah yang menunjukkan adanya variasi tertentu yang menghasilkan ragam-ragam bahasa tertentu pula. Istilah yang terkait dengan sosiolek adalah (1) akrolek, (2) basilek, (3) vulgar, (4) slang, (5) kolokial, (6) jargon, (7) argot, dan (8) ken (Nursaid dan Maksan, 2002:177).

Akrolek adalah ragam bahasa sosial yang dianggap lebih tinggi atau lebih bergengsi daripada ragam sosial lainnya. Basilek adalah ragam bahasa sosial yang dianggap sebagai ragam yang kurang bergengsi atau dipandang rendah. Vulgar adalah variasi sosial yang digunakan oleh kelompok yang kurang terpelajar atau kurang berpendidikan. Slang adalah variasi sosial yang bersifat khusus dan rahasia. Slang bersifat temporal karena slang pada suatu saat yang akan dilupakan dan muncul slang lain yang lebih baru. Pemakai slang kebanyakan adalah golongan remaja. Kolokial adalah variasi bahasa yang dipergunakan dalam percakapan sehari-hari. Ragam kolokial tidak digunakan dalam bahasa tulis. Jargon adalah variasi sosial yang digunakan secara terbatas oleh kelompok sosial tertentu. Ungkapan dalam bahasa jargon kurang dipahami oleh kelompok luar namun tidak bersifat rahasia. Umpamanya bidang kedokteran, politik dan ekonomi. Argot adalah variasi sosial yang digunakan secara terbatas pada profesi tertentu dan bersifat rahasia. Contoh argot dalam masyarakat Indonesia adalah bahasa kaum atau kelompok waria. Ken adalah variasi sosial tertentu yang bernama memelas, dibuat-buat, merengek-rengek, dan penuh kepura-puraan, biasanya digunakan oleh para pengemis.

 

  1. Studi Variasi Bahasa

Contoh penelitian variasi bahasa adalah penelitian yang dilakukan oleh Lili Suryani (2001) yang berjudul Register Bahasa Waria di Kota Padang (Suatu Tinjauan Deskriptif). Berdasarkan penelitiannya, Lili Suryani menyimpulkan bahwa bentuk register yang dipakai di kalangan waria adalah (1) mempunyai bentuk kosakata yang khas (berasal dari bahasa Indonesia dan bahasa asing), (2) dalam bentuk kata, terjadi pada suku kata terakhir dengan cara memutarbalikkan susunan suku kata, dan ada yang ditambah dengan fonem tertentu, dihilangkan fonemnya, atau kombinasi keduanya, dan (3) makna kosakata mengalami dua perubahan, yaitu perubahan makna kata tersebut tidak berubah dari makna dasarnya, dan jenis perubahan makna terjadi karena terdapat nilai rasa penghalusan.

Penutup

Perbedaan geografis dan status sosial menyebabkan munculnya variasi bahasa. Kondisi greografis yang memisahkan kelompok masyarakat menyebabkan perubahan bahasa yang digunakan yang disebut dialek. Status atau kelas sosial yang berbeda juga menghasilkan perbedaan bahasa yang disebut sosialek.

Penelitian tentang sosiolinguistik khususnya variasi bahasa adalah salah satu penelitian yang sangat menarik untuk diteliti. Walaupun telah banyak dilakukan penelitian baik di dalam maupun di luar negeri tidak tertutup kemungkinan untuk dilakukan penelitian selanjutnya.

About these ads

4 Comments

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s