Sayap Patah

Sayap Patah

Sayapku patah, begitu aku mulai terbang melayang
Menggapai asa menembus awan yang digerayangi surya.

Sayapku patah, sesaat aku lepas landas
Menggapai mimpi nan indah, melesap dalam  pori-pori udara yang mengambang bebas.

Sayapku patah, beberapa jenak setelah tegakku tuk melayang. Melanglang buana ke seantero raya. Jatuh, menggelepar di rerumputan.
 
Sayapku patah, ketika seorang tua melihatku. Terseok-seok di bawah dahan kayu rindang yang menyejukkan. Tersenyum getir, miris, dengan pandangan  penuh iba kepadaku.
 
Sayapku patah, perih menyakitkan. Menerbitkan lolongan ngilu yang memukul-mukul relung hatiku.
 
Sayapku masih saja patah, begitu malam sempurna menyapa. Sesaat setelah lembayung senja menyeruak di timur cakrawala. Menggigilkan tulang mungilku
 
Oh.. Sayapku sayang.
 
 
Padang, 11 Mei 2011

Dimuat di Padang Ekspress, Edisi Minggu 5 Juni 2011

About these ads

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s