Sayap Patah
Sayapku patah, begitu aku mulai terbang melayang
Menggapai asa menembus awan yang digerayangi surya.
Sayapku patah, sesaat aku lepas landas
Menggapai mimpi nan indah, melesap dalam pori-pori udara yang mengambang bebas.
Sayapku patah, beberapa jenak setelah tegakku tuk melayang. Melanglang buana ke seantero raya. Jatuh, menggelepar di rerumputan.
Sayapku patah, ketika seorang tua melihatku. Terseok-seok di bawah dahan kayu rindang yang menyejukkan. Tersenyum getir, miris, dengan pandangan penuh iba kepadaku.
Sayapku patah, perih menyakitkan. Menerbitkan lolongan ngilu yang memukul-mukul relung hatiku.
Sayapku masih saja patah, begitu malam sempurna menyapa. Sesaat setelah lembayung senja menyeruak di timur cakrawala. Menggigilkan tulang mungilku
Oh.. Sayapku sayang.
Padang, 11 Mei 2011