Karakteristik Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif (Bag. 2)

Karakteristik Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif (Bag. 2)

Pada postingan sebelumnya, kita telah melihat delapan karakteristik dari penelitian kuantitatif dan kualitatif, yang sekaligus merupakan perbedaan mendasar diantara kedua jenis penelitian tersebut. Dalam postingan kali ini, kita akan melihat karakteristik lebih lanjut dari kedua jenis penelitian tersebut. Dan tentu saja dari karakteristik itu, kita akan bisa melihat perbedaan dari penelitian kuantitatif dengan penelitian kualitatif.

  1. Desain penelitian kuantitatif bersifat tetap (permanent), misalnya besarnya sampel, dan siapa yang dan bagaimana memperoleh sampel, pada umumnya tidak dapat diubah-ubah. Pada penelitian kualitatif desain penelitian hanya bersifat sementara, dan diubah terus menerus selama proses penelitian.
  2. Hasil penelitian kuantitatif dirumuskan hanya berdasarkan data yang ada, sedangkan penelitian kualitatif hasil perumusan setelah dikonsultasikan, dimusyawarahkan dan disepakati bersama antara peneliti dan responden.
  3. Pada penelitian kuantitatif pengidentifikasian variabel, dan perumusan hipotesis pada umumnya didasarkan pada teori-teori atau konsep-konsep yang telah ada. Pada penelitian kualitatif perujukan teori dan konsep seperti itu sangat dibatasi pada langkah-langkah awal, tetapi teori atau konsep itu dipakai dalam analisis data dan perumusan pola-pola temuan.
  4. Baca lebih lanjut

Karakteristik Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif (Bag. 1)

Karakteristik Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif (Bag. 1)

Perbedaan cara atau teknik yang dipakai dalam penelitian disebabkan oleh adanya perbedaan cara memandang suatu masalah, dan perbedaan kerangka berpikir (paradigma). Sebagai akibat dari perbedaan paradigma itu, maka muncullah perlakuan yang berlainan dan bahkan bertentangan. Berikut gambaran karakteristik dari penelitian kuantitatif dan kualitatif, yang sekaligus menjadi perbedaan diantara keduanya.

  1. Penelitian kuantitatif disebut juga penelitan rasionalistik, fungional, positivisme, dan penelitan dengan pola pencarian kebenaran dari luar. Penelitian kualitatif disebut juga penelitian naturalistik, interpretatif, konstruktivis, naturalistik-etnografik, pendekatan fenomenologis dan penelitian dengan pola pencarian dari dalam.
  2. Penelitian kuantitatif mengisolasi variabel-variabel dan kemudian menghubungkannya dalam hipotesis. Selanjutnya menguji hipotesis itu dengan data yang dikumpulkan. Sebaliknya, penelitian kualitatif memulai kegiatannya dengan konsep-konsep yang sangat umum, kemudian selama penelitian, konsep-konsep yang sangat umum itu diubah-ubah dan direvisi sampai bertemu dengan kesimpulan yang sangat kuat. Dengan kata lain, variabel ditemukan dan dirumuskan kembali, bukan di awal.
  3. Dalam penelitian kuantitatif variabel-variabel menjadi alat atau komponen utama dalam melakukan analisis, sedangkan dalam kualitatif, variabel merupakan produk penelitian yang ditemukan kemudian. Baca lebih lanjut