Manusia Selalu Berubah

Manusia Selalu Berubah

Satu-satunya orang yang perilakunya waras adalah penjahitku: ia melakukan pengukuran yang baru setiap kami bertemu, sementara orang lain mengukurku dengan pengukur lama dan mengharapkan pengukuran lama itu sesuai untukku”.

(George Bernard Shaw)

Suatu ketika seorang sahabat bercerita tentang pengalamannya saat mengambil kuliah S2 di salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Padang. Seperti biasa dalam sistem perkuliahan, diapun mengambil beberapa mata kuliah di semester pertama. Di akhir semester nilai yang diperolehnya cukup baik, kecuali untuk satu mata kuliah dia memperoleh nilai C. Dia menerima nilai yang diberikan oleh dosen pengampu mata kuliah tersebut dengan lapang dada. Dia menyadari bahwa dia sering tidak mengikuti perkuliahan dengan dosen tersebut. Nilai C dirasa pantas untuknya. Diapun bertekad untuk memperbaiki kesalahannya.

Semester berikutnya, seperti biasa dia juga mengambil beberapa mata kuliah yang menjadi kurikulum jurusannya. Salah satu mata kuliah yang diambilnya, rupanya diampu oleh dosen yang sama yang memberinya nilai C pada semester pertama. Karena dia sudah bertekad untuk memperbaiki kesalahannya, maka dia pun mengikuti perkuliahan dengan baik. Termasuk perkuliahan dengan dosen yang memberinya nilai C tersebut. Dia tidak pernah absen mengikuti perkuliahan dengan dosen tersebut. Semua tugas yang diberikan dosen, diselesaikannya dengan baik dan diserahkan tepat pada waktunya.

Baca lebih lanjut