Kehidupan Laksana Berjalan di Atas Pematang

Kehidupan Laksana Berjalan di Atas Pematang

By Yusrizal, S.Pd.

Tadi malam, penulis bersama warga komplek lainnya pergi takziah ke rumah salah satu warga. Beliau baru saja kehilangan orang tua perempuan. Seperti biasa acara takziah dimulai oleh protokol, kemudian dilanjutkan dengan tahlilan dan doa bersama.  Selesai berdoa, tuan tumah menyuguhkan minuman beserta makanan ringan untuk kami pentakziah.

Pada saat rehat tersebut, salah seorang warga berbicara kepada kami semua tentang pengalamannya. Bapak tersebut berbicara secara ceplas ceplos tentang pengalamannya. Beliau  mengatakan bahwa semenjak memiliki jenggot, beliau mulai enggan minum-minuman keras. (Kebetulan baru minggu lalu beliau mengadakan pesta pernikahan untuk adiknya, dan pada saat itu, ada minuman keras yang tersedia). Bapak tersebut mengatakan ketika dia melihat minuman tersebut, tergoda untuk meminumnya, kemudian teringat dia akan jenggotnya, dielusnya jenggotnya tersebut dan dia tidak jadi meminum minuman keras tersebut. “Sagan awak, awak bajangguik, ndak ditampeknyo doh”.  Demikian kata si Bapak yang membuat kami semua tersenyum, bahkan tertawa.

Selain itu, si Bapak juga mengatakan bahwa dia menjalani kehidupan ini seperti berjalan di tengah sawah. Ada petak sawah yang berlumpur, ada juga pematang yang memisahkan antara petak sawah yang satu dengan yang lainnya. Kadang berjalan dengan kedua kaki diatas pematang, kadang berjalan dengan satu kaki diatas pematang dan kaki lain masuk ke dalam lumpur, kadang ada pula berjalan dengan kedua kaki didalam lumpur.

Itulah yang diceritakan oleh sibapak, sampai kami akhirnya undur diri dan pulang ke rumah masing-masing.

Dari apa yang diucapkan si Bapak, tetangga penulis tersebut, ada beberapa hikmah yang menurut penulis dapat kita petik.

1. Kita harus memiliki suatu hal yang mampu membuat dan mengikat kita bertahan untuk tidak berbuat maksiat. Bapak tadi contohnya, dia tidak jadi meneguk minuman keras karena dia berjenggot, yang dalam pemahamannya kalau kita berjenggot tidak baik untuk meneguk minuman keras.

2. Penulis setuju dengan apa yang di kemukakan oleh si bapak, bahwa kita hidup di dunia ini, memang seperti berjalan di tengah sawah. Ada sawah yang berlumpur, juga ada pematang yang memisahkan sawah yang satu dengan yang lainya.

  • Berjalan di atas pematang, kaki bersih, kelihatan apa yang kita pijak, (apakah ada pecahan kaca atau yang lain yang bisa melukai kita atau tidak), dan jelas arah yang kita tuju. (sesuai dengan arah pematang). Ini berarti dalam kehidupan, kita berjalan dengan kebaikan , sesuai dengan norma agama dan norma kemasyarakatan.
  • Berjalan di dalam lumpur, tentu saja penuh resiko. Selain kaki menjadi kotor, kita juga belum tahu apa yang ada di dalam lumpur itu. Bisa jadi ada pecahan kaca yang siap merobek telapak kaki, atau hewan seperti ular yang siap menggigit jika badannya terinjak oleh kaki. Dalam kehidupan, mereka yang mengambil jalan ini merupakan mereka yang hidup dalam kemaksiatan. Suka berjudi, mabuk-mabukan dan hal-hal lain yang pada dasarnya  bertentangan dengan norma agama dan norma kemasyarakatan.
  • Ada juga diantara kita yang berjalan dengan satu kaki di atas pematang dan satu lagi di dalam sawah. Ini berarti, dalam kehidupan mereka sering berbuat kebaikan, namun perbuatan yang buruk, juga mereka kerjakan.

Sekarang tergantung kita masing-masing, jalan yang mana yang akan kita pilih. Berusahalah untuk selalu berjalan diatas pematang. Meskipun sesekali kaki kita akan terperosok kedalam lumpur sawah, namun selalu berusahalah untuk kembali naik ke atas pematang. Tentu saja setelah kita cuci kaki kotor yang terkena lumpur. Jangan sampai ada noda lumpur yang tertinggal apa lagi di telapak kaki, yang dapat membuat kita tergelincir kembali masuk ke dalam lumpur sawah.

*****

Padang, 30 Sept 2009

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s