Bayangkan Hal Positif

Bayangkan Hal Positif

Sebagaimana kebiasaannya, Nasiruddin Hoja bersantai riya menyusuri jalan kota. Tak lama setelah mengayunkan langkahnya, Nasiruddin Hoja berpapasan dengan narapidana yang sedang di belenggu kedua tangannya. Rantai besar dan panjang melilit kuat ditangan, bahkan terlihat sangat berat menjadi beban bagi sang narapidana. Nyata sekali, narapidana itu terlihat murung dan sedih hati.

Melihat hal itu, Nasiruddin Hoja segera menghampiri tahanan itu. Ia langsung berkata kepadanya, “Mengapa engkau bersedih wahai sobat? Janganlah engkau senantiasa merenungkan nasib sial di depanmu. Bayangkan seandainya rantai ini lepas dari kedua tanganmu, kau bisa menjualnya dengan harga mahal bukan? Nah, bukankah dengan memakai rantai ini berarti kau mendapatkan keberuntungan tinggi?”

Mendengar kata-kata Nasiruddin Hoja, si narapidana yang tadinya bermuram durja, lantas mengulas senyum di bibirnya. Ia tak lagi murung karena merana.

*****

Hikmah:

  1. Berpikir positif banyak manfaatnya, diantaranya meringankan beban kehidupan. Orang yang berpikir positif senantiasa riang gembira, meskipun banyak masalah yang dihadapinya. Dia selalu optimis dengan kehidupannya, meski segudang aral melintang di hadapannya. Berbagai kegagalan yang melanda disikapi sebagai kesuksesan yang tertunda.
  2. Berpikir positif merupakan ajaran agama Islam, sesuai dengan perintah Ilahi. Islam mengajarkan hidup harus optimis, jangan pernah putus asa dari rahmat Allah SWT.
  3. Allah Maha Tahu tentang kekuatan hambanya dalam menerima cobaan dan bencara, sehingga ukuran cobaan pada setiap hamba berbeda. Dia sesuaikan dengan kapasitas dan kemampuan hamba-Nya tersebut.
  4. Segala kesulitan dan hambatan dalam hidup perlu disikapi dengan penuh kesabaran. Yakini bahwa Allah SWT punya rencana sendiri setelah sekian banyak cobaan dalam hidup ini.Karena Allah SWT memang menjanjikan, sesungguhnya setelah kesulitan itu kemudahan, maka sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.
  5. Dalam kehidupan ini kita perlu mengembangkan usaha dan doa. Berusaha karena memang seharusnya, karena Allah tidak akan mengubah nasib seorang hamba sebelum ia berusaha untuk mengubah nasibnya sendiri. Berdoa memang seharusnya, karena penentu segala keberhasilan usaha kita hanya Allah SWT.

Sumber: Buku Seri Kisah Jenaka Sarat Makna, Jilid 3. Karangan Dhurorudin Mashad

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s