Sudahkan Anda Bersedekah hari Ini?

Sudahkan Anda Bersedekah hari Ini?

Hari ini seperti biasa penulis mulai beraktivitas. Sebelum berangkat kerja, penulis menyempatkan diri untuk membaca sebuah buku. Ditemani segelas kopi hangat dan sepotong roti bakar yang disiapkan oleh istri. Menghirup udara pagi yang segar dan mendengar kicauan burung sungguh membangkitkan motivasi. Dari kejauhan, perbukitan berdiri dengan kokoh dan tampak masih hijau.

Penulis minum kopi agak seteguk, kemudian bukupun mulai penulis baca. Buku itu berisi kisah-kisah kehidupan yang mempuyai makna dan teladan bagi kehidupan. Kebetulan yang terbaca oleh penulis adalah kisah tentang memberi sedekah. Begitu dalam cerita yang disampaikan oleh penulis buku tersebut. Makna penting dari tulisan itu adalah bersedekahlah…

Penulis pernah membaca sebuah buku tentang amalan kecil yang berpahala besar. Begitu banyak hal-hal kecil yang mempunyai pahala yang besar. Salah satu amalan tersebut adalah bersedekah, bahkan sang penulis buku meletakkan sedekah sebagai amalan pertama dalam bukunya. Sedekah memang merupakan amalan kecil. tidak sama dengan amalan-amalan lain seperti zakat yang nilainya ditentukan dengan nisab.

rilKita bisa bersedekah berapapun uang yang kita miliki. Mau 500 rupiah, seribu rupiah atau lebih besar lebih baik. Bahkan bagi kita yang tidak punya uang pun, masih disediakan sarana oleh Allah untuk bersedekah. Tersenyumlah kepada orang lain, dan itu adalah bentuk sedekah yang paling murah. Penulis juga pernah membaca suatu buku yang mengemukakan bahwa, jika kita tidak punya uang dan kebetulan ada pengemis atau kotak amal di depan kita, ucapkanlah:  Subhanallahi, Walhamdulillahi, walaa ilaa ha ilallah, wallahu akbar.

Penulis juga pernah membaca buku tentang sedekah penangkal bala’. Dalam buku itu dipaparkan bahwa sedekah yang kita berikan mampu menangkal bencana.  Bencana itu bisa bermacam-macam seperti rumah di rampok, kehilangan harta benda, sampai ke bencana yang lebih besar seperti banjir, dan gempa bumi (yang belakangan sering kita rasakan). Mudah-mudahan sedekah yang kita berikan mampu menangkal bencara tersebut.

Satu hal yang penting kita ingat adalah keikhlasan dalam bersedekah. Berapapun sedekah yang kita berikan harus disertai dengan keikhlasan. Keikhlasan itu akan mendatangkan manfaat yang besar bagi kita. Bukankah agama mengatakan bahwa salah satu yang pendapatkan perlindungan diakhirat kelak (pada saat itu tidak ada perlindungan lain) adalah orang yang bersedekah, tetapi tidak menyebut-nyebut sedekahnya itu.

Oleh sebab itu, penulis mengajak kita semua termasuk penulis untuk membiasakan diri untuk bersedekah. Biasakanlah dalam saku kita berisi uang receh pecahan seribu, sehingga ketika bertemu dengan pengemis kita bisa memberikannya. Semoga Allah selalu melindungi kita semua. Amin…

Tak terasa waktupun berlanjut. Kopi sudah habis dan roti bakarpun telah lenyap di telan mulut. Penulis segera bersiap untuk berangkat kerja.  Oh… Alhamdulillah.. kita masih hidup sampai saat ini.

*****

Padang, 29 Oktober 2009

Melati I Blok B/1B

2 Comments

  1. Ping balik: Si Bapak yang mengalirkan air tergenang di jalan « Yusrizalfirzal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s