MASTER (Enam Langkah dasar Cara Belajar dipercepat)

MASTER

(Enam Langkah dasar Cara Belajar dipercepat)

“Teknik-teknik CBC ibarat program induk sebuah komputer. Teknik-teknik itu bukanlah program itu sendiri, tetapi Anda dapat menjalankan semua program lain atas program induk tersebut. Teknik-teknik adalah alat yang Anda pakai untuk mencapai tujuan Anda dengan lebih cepat dengan kepastian lebih besar”.

Brian Tracy

Dalam bukunya Accelerated Learning for the 21st Century (cara belajar cepat abad XXI), Rose dan Nicholl memaparkan kepada kita semua tentang suatu pendekatan baru dalam dunia pendidikan. Pendekatan ini lebih dititik beratkan kepada cara belajar cepat di abad ke-XXI. Inti dari pendekatan ini adalah belajar bagaimana cara belajar. Yang menarik dari pendekatan ini adalah adanya struktur cara belajar yang dibagi menjadi enam langkah dasar yang diakronimkan menjadi MASTER.  Keenam langkah dasar tersebut adalah:

1. Motivating your mind (memotivasi pikiran)

Untuk dapat belajar dengan baik, kita harus berada dalam keadaan yang “kaya akal”. Kita harus dalam keadaan rileks, penuh percaya diri dan dalam keadaan yang termotivasi untuk belajar. Apabila kita dalam keadaan stress, kurang percaya diri dan tidak memiliki motivasi untuk belajar, maka kita tidak bisa belajar dengan baik. Untuk memotivasi pikiran sebelum belajar, kita perlu memantapkan dalam pikiran kita, apa manfaatnya bagiku? Dengan mengetahui manfaat yang akan kita peroleh dengan mempelajari sesuatu, maka motivasi untuk belajar akan meningkat.

2. Acquiring the information (memperoleh informasi)

Dalam belajar kita akan menemukan informasi dan fakta-fakta yang baru.Kita perlu mengambil, memperoleh dan menyerap informasi dan fakta-fakta baru yang kita pelajari melalui cara yang paling sesuai dengan kita. Hal ini berkaitan erat dengan gaya belajar yang kita miliki. . Dengan mengetahui gaya belajar yang paling cocok, memungkinkan bagi kita untuk memperoleh informasi yang banyak dan mendalam.

3. Searching out the meaning (menyelidiki makna)

Setelah informasi dan fakta-fakta baru kita peroleh, maka langkah selanjutnya adalah menetapkan informasi dan fakta-fakta baru tersebut kedalam memori. Untuk melakukannya, kita perlu menyelidiki makna yang terkandung di dalam informasi dan fakta-fakta baru tersebut.

Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam menyelidik makna yaitu mengetahui dan memahami dengan benar suatu informasi dan fakta-fakta. Ada suatu informasi dimana kita hanya perlu mengetahuinya tanpa memahami dengan benar maknanya. Contohnya, kita tidak harus memahami bahwa Jakarta merupakan ibukota negara Indonesia, tetapi kita cukup mengetahui dan mengingat bahwa Jakarta adalah ibukota negara Indonesia. Namun, ada juga informasi yang membutuhkan tidak saja mengetahui, tetapi pemahaman kita tentang informasi tersebut. Misalnya tentang hidup bermasyarakat. Kita tidak saja perlu mengetahui bahwa kita hidup bermasyarakat, tetapi lebih dari itu. Kita harus memahami bahwa dengan hidup bermasyarakat berarti kita harus mematuhi nilai dan norma yang ada dalam masyarakat. Dan itulah makna yang dimaksud.

4. Triggering the memory (memicu memori)

Setelah menyelidiki makna yang terdapat dalam informasi dan fakta-fakta baru, maka informasi dan fakta-fakta tersebut perlu disimpan ke dalam memori otak. Seringkali kita lupa tentang suatu informasi (pelajaran), padahal informasi tersebut baru saja kita pelajari.  Nah, bagaimana cara menyimpan suatu informasi dan fakta-fakta baru ke dalam memori otak, sehingga kita tidak mudah lupa terhadap informasi dan fakta-fakta baru tersebut?

Ya… dengan memicu memori. Dalam bahasa sederhana memicu memori berarti bagaimana otak kita dapat menyimpan suatu informasi lebih lama. Ada beberapa teknik yang dapat kita gunakan untuk itu, misalnya kartu pengingat. Jika jika memperoleh informasi baru, maka catatlah informasi itu kedalam kertas kecil berbentuk kartu, sehingga mudah dibawa kemana saja. Setiap ada waktu, lihatlah kartu tersebut, dan bacalah informasinya. Semakin sering kita melihat dan membaca informasi dalam kartu tersebut, maka informasinya akan semakin tersimpan dengan baik dalam memori otak kita. Teknik lain yang bisa digunakan adalah pemakaian asosiasi, mendongeng, membuat peta konsep, peninjauan langsung dan menggunakan musik.

5. Exhibiting what you know (memamerkan apa yang anda ketahui)

Untuk menguji apakah suatu informasi telah tersimpan di dalam memori otak kita, maka kita perlu memamerkan apa yang telah kita pelajari. Kita bisa menguji diri sendiri, dengan menyebutkan suatu subjek dan menyebutkan informasi yang dalam tentang tersebut. Selain itu kita juga bisa menguji pengetahuan dan pemahaman kita tentang suatu subjek dengan berbagi informasi dengan orang lain. Ajaklah seseorang berbicara tentang suatu subjek, dan berilah kesempatan kepada dia terlebih dahulu untuk menyebutkan apa yang diketahuinya tentang subjek itu. Setelah itu, berikan pula pengetahuan dan pemahaman kita tentang subjek tersebut.

Dengan menguji diri sendiri dan berbagi informasi dengan orang lain terhadap suatu subjek, kita dapat mengukur sejauhmana pengetahuan dan pemahaman kita terhadap suatu subjek.

6. Reflecting how you’ve learned (mereflesikan bagaimana anda belajar)

Langkah terakhir dari cara belajar dipercepat adalah merefleksikan bagaimana kita belajar. Dalam langkah ini kita perlu meneliti dan mengetahui bagaimana cara belajar kita sendiri. Kita perlu menyimpulkan bagaimana gaya belajar yang cocok dan pas untuk kita. Disamping itu, kita perlu juga mengetahui pendekatan atau teknik mana yang cocok untuk kita dalam menyimpan informasi ke dalam memori otak. Dengan mengkaji hal tersebut, diharapkan kita mampu menemukan metode belajar yang “familiar” dengan keunikan yang ada pada diri kita.

*****

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s