Konsep Dasar Komunikasi

Konsep dasar Komunikasi

Saudaraku, tulisan ini merupakan bagian kerangka teoritis dari skripsi yang penulis buat ketika mengambil pendidikan S1 di Jurusan Administrasi Pendidikan FIP, Universitas Negeri Padang. Judul skripsi itu adalah Hambatan-Hambatan Pegawai Fakultas dalam Berkomunikasi dengan Atasan Langsung di Universitas Negeri Padang. Bagi saudara yang sedang menulis skripsi, makalah maupun tugas lainnya yang berhubungan dengan komunikasi, dipersilahkan untuk menjadikannya sebagai rujukan.

1. Pengertian Komunikasi.

Pengertian komunikasi telah banyak dikemukakan oleh para ahli sesuai dengan sudut pandang dan pendekatan yang mereka lakukan. Handoko misalnya, beliau mendefenisikan “komunikasi sebagai proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan atau informasi ke orang lain”. Lebih lanjut Handoko mengemukakan bahwa perpindahan pengertian tersebut melibatkan lebih sekedar kata-kata yang digunakan dalam percakapan, tetapi juga ekspresi wajah, intonasi, titik putus vokal dan sebagainya.

Ahli lain yang mengemukakan pengertian komunikasi yaitu Lull dan Funk. Sebagaimana yang dikutip oleh Hamalik, mereka berpendapat bahwa “komunikasi merupakan semua proses informasi, sikap gagasan atau pendapat disampaikan dan diterima yang menjadi dasar terjadinya saling pengertian dan persetujuan”. Dari pengertian diatas bisa kita lihat bahwa komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses dimana informasi diberikan oleh komunikator kepada komunikan, sehingga diharapkan adanya saling pengertian diantara kedua belah pihak.

Sedikit berbeda dengan Lull dan Funk diatas, Forsdale mengemukakan bahwa ”komunikasi adalah suatu proses memberikan signal menurut aturan tertentu, sehingga dengan cara ini suatu sistem dapat didirikan, dipelihara dan di rubah”. (Muhammad:1989). Seperti halnya defenisi yang diberikan oleh kedua ahli sebelumnya, Forsdale juga memandang komunikasi sebagai suatu proses. Beliau juga menambahkan adanya signal dalam proses komunikasi yang beruba verbal dan nonverbal yang mempunyai aturan tertentu.

Wursanto dalam bukunya Etika Komunikasi kantor, mengutip beberapa defenisi yang dikemukakan oleh para ahli dan menarik suatu kesimpulan bahwa “komunikasi adalah proses kegiatan pengoperan/penyampaian warta/berita/informasi yang mengadung arti dari satu pihak (seseorang atau tempat) kepada pihak (seseorang atau tempat) lain, dalam usaha mendapatkan saling pengertian”.

John Dewey lebih menekankan pengalaman bersama sebagai suatu unsur dalam berkomunikasi. Menurutnya, sebagaimana dikutip oleh Dale (Swito:1989), “komunikasi adalah suatu proses saling berbagi bersama pengalaman sampai menjadi milik bersama. Komunikasi mengubah disposisi dari kedua pihak yang ikut di dalamnya”. Ini berarti bahwa proses komunikasi terjadi karen adanya saling berbagi pengalaman di antara kedua pihak dan menjadikannya sebagai milik bersama.

Dari beberapa pengertian diatas, penulis menyimpulkan bahwa komunikasi merupakan suatu proses penyampaian pesan dan informasi, baik verbal maupun nonverbal dari seseorang kepada orang lain, sehingga terjadi saling pengertian mengenai suatu pesan atau informasi yang diiringi dengan perubahan sikap dan tingkah laku komunikan.

2. Komponen Komunikasi

Muhammad (1989) mengemukakan bahwa komponen dasar komunikasi ada lima yaitu :

1)      Pengirim Pesan

Pengirim pesan adalah individu atau orang yang mengirimkan pesan. Dalam komunikasi, pengirim pesan disebut juga dengan komunikator. Dari komunikator pesan dan informasi dikirimkan kepada penerima pesan nantinya.

2)      Pesan

Pesan adalah informasi yang akan dikirim kepada si penerima. Pesan ini dapat berupa verbal maupun nonverbal. Verbal merupakan pesan yang menggunakan kata-kata seperti percakapan, surat, majalah dan sebagainya. Pesan nonverbal merupakan pesan yang berupa isyarat, gerakan badan, ekspresi wajah dan nada suara.

3)      Saluran

Saluran adalah jalan yang dilalui pesan dari si pengirim kepada penerima. Saluran ini dapat berupa buku, radio, film, televisi dan yang paling pokok adalah gelombang suara dan cahaya.

4)      Penerima pesan

Penerima pesan adalah individu atau orang yang menganalisis dan menginterpretasikan isi pesan yang diterimanya. Dalam komunikasi penerima pesan ini disebut juga komunikan

5)      Balikan

Balikan adalah respon dari penerima pesan(komunikan) terhadap pesan yang diterima yang dikirimkan oleh pengirim pesan(komunikator). Adanya balikan ini memungkinkan bagi komunikator untuk mengetahui apakah komunikan telah menginterpretasikan pesan yang dikirim, sesuai dengan yang dimaksudkan.

3. Pola Komunikasi

Menurut Purwanto (2002), “ secara umum pola komunikasi (patterns of communications) dapat dibedakan  ke dalam saluran komunikasi formal (formal communications channel) dan saluran komunikasi nonformal (informal communications channel)

Lebih lanjut, saluran komunikasi formal ini dapat berbentuk komunikasi dari atas ke bawah, komunikasi dari bawah ke atas, komunikasi horizontal dan komunikasi diagonal.

1)      Komunikasi dari atas ke bawah

Komunikasi dari atas ke bawah merupakan pemindahan informasi dari atasan atau pimpinan kepada bawahan atau pengikut. Aliran komunikasi ini umumnya terakit dengan tanggung jawab pimpinan dalam organisasi.

2)      Komunikasi dari bawah ke atas

Komunikasi dari bawah keatas merupakan pemindahan informasi dari bawahan atau pengikut kepada atasan atau pimpinan. komunikasi ini biasanya berisikan laporan-laporan kerja, penyampaian aspirasi dan sebagainya.

3)      Komunikasi horizontal

Komunikasi horizontal merupakan komunikasi yang terjadi antara bagian-bagian yang memiliki posisi sejajar atau sederajat dalam suatu organisasi. Dalam hal ini, komunikasi dilakukan untuk melakukan persuasi, mempengaruhi dan memberikan informasi kepada bagian lain yang sederajat.

4)      Komunikasi diogonal

Komunikasi diagonal merupakan komunikasi yang melibatkan antara dua tingkat (level organisasi yang berbeda). Biasanya, komunikasi ini terjadi pada organisasi yang berskala besar.

4. Komunikasi Efektif

Pembahasan mengenai komunikasi efektif dapat di klik di sini.

5. Hambatan Komunikasi

Pembahasan mengenai hambatan dalam komunikasi dapat di klik di sini.

Referensi: Yusrizal.2005. Hambatan-Hambatan Pegawai Fakultas dalam Berkomunikasi dengan Atasan Langsung di Universitas Negeri Padang. UNP: Skripsi

6 Comments

  1. Ping balik: Hambatan-hambatan dalam Komunikasi « Yusrizalfirzal

  2. Pak, tulisannya bagus, banget, bisa jadi pengantar buat saya tuk melanjutkan S2 nanti. btw mohon ijin jg tuk salin y dan kalau bisa saya mohon arahan dari bapak tuk sudi ngajarin saya ttg komunikasi dan informasi..

    Terimakasih.
    Kasmawati, Jakarta

  3. Ping balik: Komunikasi Organisasi Nonverbal « Yusrizalfirzal

  4. bararti komunikasi itu muncul karna adanya suatu kepemtingan dan permsalahan oleh komunikan yang dasarnya ingin mencairkan masalah, mamun malah masalah itu menjadi ribet karna adanya komunikator dan komumikan yang tidak saling memahai latar belakang si komunikan tadi.
    sedangkam timbul pertanyaan mengenai komunikasi bahwa unsur-unsur komunikasi ini meliputi apa saja agar komuniksai yang efektif itu muncul dan adakah konsep baru dari komunikasi yang baru, bahwa komunikasi itu proses penyampaian pesan kepada komunikan YANG TERGANBAR SEPERTI INI.
    (PESAN)- (KOMUMIKAN) – (FEED BACK)

  5. Assalamu’alaukum. wr wb.terimakash telah berbagi. oh ya… bisa bantu saya untuk mendapatkan referensi tentang komunikasi, karena saya sedang penelitian tentang”pola komunikasi orang tua dan anak: studi kasus gejala kendala berkomunikasi lisan dalam bahasa Indonesia siswa SMP”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s