Pajangan Motivasi

Pajangan Motivasi

Suatu ketika penulis menemani isteri membeli sepatu di sebuah toko sepatu di kota Padang. Sambil menunggu isteri memilih-milih sepatu yang diingininya, pandangan penulis tertuju kepada dinding disekeliling ruangan toko tersebut. Di dinding tersebut terdapat beberapa buah foto dalam ukuran besar yang diberi bingkai cantik. Salah satu foto tersebut berisi pemilik toko dengan beberapa temannya yang berpose bersama mantan gubernur DKI Jakarta, Bang Yos yang duduk diatas motor gede.

Foto yang lain  berisi pemilik toko dengan teman-temannya yang berpose bersama salah seorang mantan pejabat kepolisian di Sumatera Barat. Uniknya dalam foto tersebut juga terdapat kendaraan Harley Davidson. Rupanya pemilik toko hobi dengan motor gede.

Di sebuah pusat perbelanjaan yang cukup besar, penulis pernah melihat dua foto yang sengaja dipajang untuk dilihat oleh pengunjung. Diatas foto tersebut terdapat tulisan “Best Costumer Servis” dan “Best Supervisor” dan dibawahnya nama lengkap dengan nomor induk karyawan tersebut. Biasanya foto tersebut diganti setiap bulan oleh pihak manajemen.

Apa yang dilakukan oleh pemilik toko sepatu dan manajemen pusat perbelanjaan tersebut, merupakan suatu hal yang luar biasa, namun seringkali luput dari perhatian kita. Pemilik toko sepatu dengan fotonya bersama mantan (dulunya pejabat publik), dan manajemen pusat perbelanjaan dengan foto “Best Costumer Servis” dan “Best Supervisor” nya berusaha untuk memotivasi diri mereka dan karyawan mereka.

Dengan adanya foto dirinya bersama mantan (dulunya pejabat publik), dengan motor Harley Davidson, pemilik toko berusaha “mengkomunikasikan” kepada pembelinya, bahwa dia memiliki hobi naik motor gede. Dengan hobinya tersebut, dia pernah bertemu dengan Bang Yos, Gubernur DKI waktu itu. Dan hal itulah yang menjadi salah satu sumber motivasinya. Jadi ketika ia sedang tidak bersemangat, (mungkin karena pembeli yang sepi), dengan melihat foto tersebut muncul kembali semangatnya.

Demikian juga dengan manajemen pusat perbelanjaan diatas. Adanya penghargaan kepada karyawan yang berprestasi dengan memajang foto mereka untuk dilihat pengunjung, menjadi motivasi tersendiri bagi karyawan tersebut. Mereka merasa di hargai. Adanya penghargaan ini, akan lebih menyemangati mereka untuk bekerja melayani pengunjung dengan lebih baik lagi. Sedangkan bagi mereka yang belum terpajang fotonya, akan berusaha agar foto mereka juga terpajang disana. Caranya? Tentu saja dengan meningkatkan kinerja mereka.

Mereka yang memiliki prestasi yang luar biasa dibidangnya, juga melakukan hal yang sama. Mereka juga memiliki pajangan motivasi di rumah mereka. Cuma pajangan tersebut, tidak saja berbentuk foto, namun bisa juga hal yang lain. Para Atlet olahraga misalnya, mereka tidak saja memajang foto saat mereka mendapat kalungan medali, tapi juga memajang medali tersebut di dinding rumah mereka. Dengan adanya hal tersebut, akan lebih memotivasi diri mereka untuk berlatih lebih baik lagi. Jika saat itu dia hanya memperoleh medali perunggu, maka dia akan termotivasi untuk memperoleh medali perak bahkan medali emas.

Selain atlet, mereka yang menjuarai suatu perlombaan seperti festival lagu, lomba melukis, dan lain sebagainya, juga memajang fotonya saat ia mendapatkan piala. Disamping itu, ia juga memajang piala tersebut di ruang keluarga untuk lebih memotivasi mereka berbuat dan berkarya lebih baik lagi.

Bagaimana dengan kita? Kita tidak perlu memiliki toko atau pusat perbelanjaan untuk memiliki pajangan motivasi. Kita juga tidak perlu menjadi atlet atau memiliki prestasi yang luar biasa untuk memasang pajangan motivasi di kamar atau ruang keluarga. Selain foto keluarga, foto wisuda, dan foto pernikahan, saya yakin Anda memiliki suatu hal yang menjadi prestasi tersendiri bagi Anda. Apapun itu, apakah nilai kuliah, kerajinan tangan yang unik, foto idola, dan lain sebagainya, maka pajanglah hal itu. Jangan ragu-ragu untuk melakukannya.

Saya telah melakukan hal tersebut. Begitu tulisan pertama saya di terbitkan oleh salah satu surat kabar harian di kota Padang, saya langsung memotongnya, memberi bingkai dan memajangnya di ruang keluarga. Dan hal itu ternyata mampu memotivasi saya untuk menulis lebih baik lagi. Ketika saya merasa malas untuk menulis, begitu saya melihat “pajangan motivasi” tersebut, semangat untuk menulis kembali muncul.

Jadi, bagaimana dengan Anda? Sudahkan Anda memiliki “Pajangan Motivasi”?

Melati, 5 Januari 2010

3 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s