Resep Manjur untuk Kesembuhan

Resep Manjur untuk Kesembuhan

“Semua penyakit yang ada di bawah matahari pasti ada obatnya, atau sama sekali tidak pernah ada. Jika ada, maka berusahalah untuk mendapatkannya. Namun jika tidak, maka jangan dipikirkan”.

(Profesor Hawks)

Apakah saat ini Anda sedang menderita penyakit menahun yang belum juga terobati? Atau adakah keluarga Anda, famili Anda yang saat ini sedang terbaring di rumah sakit? Barangkali kisah berikut ini, mampu memberikan inspirasi sekaligus motivasi bagi Anda dan keluarga Anda dalam menyikapinya.

Ada kisah seorang yang mengalami abses (peradangan jaringan tubuh yang memungkinkan timbulnya rongga tempat nanah mengumpul) dalam pencernaannya. Dokterpun telah berusaha semaksimal mungkin untuk kesembuhannya. Namun kondisinya sangat kritis sehingga dokterpun dengan berat hati mengatakan kepada keluarganya bahwa saat kematiannya sudah dekat. Keluarga diminta untuk tabah menerimanya dan mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan kematiannya.

Si pasien yang bernama Earl P. Haney pun diberitahukan mengenai masalah tersebut. Iapun berpikir tentang keadaan dirinya. “Jika saya tak punya waktu lagi untuk hidup di dunia, kecuali hanya dalam jangka waktu yang pendek, mengapa tidak saya pergunakan waktu tersebut untuk menikmati kehidupan dunia?” Seketika ia mengambil satu keputusan yang sangat mengejutkan.

“Telah lama saya memendam keinginan untuk berkelana keliling bumi sebelum kematian datang menjemput. Maka, kinilah waktu yang tepat bagiku untuk mewujudkan cita-cita lama itu”. Demikian pikirnya.

Earlpun memberitahukan maksudnya tersebut kepada dokter. Dokterpun kebingungan dan heran mendengar permintaan pasiennya tersebut, mengingat kondisinya yang sangat kritis. Dokterpun berkata kepadanya: “Kami hanya bisa memperingatkan kepada Anda, jika Anda nekad melakukan perjalanan ini, Anda pasti akan dikubur di dalam lautan”. Spontan dia menjawab: “Tidak, semua itu tidak akan pernah terjadi. Sebab saya telah berjanji kepada semua keluarga saya bahwa jenazah saya tidak akan dikubur kecuali di kiburan keluarga”.

Begitulah, akhirnya tiket perjalananpun dibeli dan mulailah Earl P. Haney melakukan perjalanan dengan kapal. Earl mengawali perjalanannya dengan sangat ceria dan dalam suasana yang menyenangkan. Suatu saat dia mengirimkan surat kepada istrinya. “Saya telah makan dan minum apa saja yang enak di atas kapal. Saya nyanyikan senandung-senandung yang indah. Saya makan semua makanan sampai makanan yang berlemakpun, yang selama ini menjadi pantanganku. Saya sungguhmenikmati kehidupan ini jauh dari pada apa yang saya alami pada hari-hari yang lalu dalam hidupku,” demikian tulisnya.

Lalu apa yang terjadi kemudian? Sekembalinya Earl P. Haney dari perjalanannya mengelilingi dunia, dia sembuh dari penyakit yang dideritanya. Demikianlah, Dale Carnegie mengisahkan dalam salah satu bukunya.

Apa pelajaran yang bisa kita petik dari cerita diatas? Ya, keadaan emosi yang positif membawa pengaruh yang besar terhadap kesehatan. Rasa gembira, suka cita dan sikap hidup rileks merupakan obat yang lebih manjur dibandingkan dengan resep dokter belaka.

Ada hubungan yang erat antara keadaan emosi dengan tingkat kesehatan seseorang. Seorang dokter pernah berkata:”Perasaan yang tidak bahagia seperti cemas dan takut sangat mungkin untuk memberikan dampak terhadap kontribusi kalsium di dalam tubuh, dan selanjutnya akan mengakibatkan kerusakan pada gigi”. Mereka yang mengidap hipertensi sangat rentan mendapat stroke, jika suatu saat emosinya naik tanpa terkontrol.

Bagi mereka yang tengah dirawat di rumah sakit, setidaknya ada dua tekanan yang dirasakannya. Pertama, rasa sakit yang dirasakan sebagai akibat dari penyakitnya tersebut. Semakin parah suatu penyakit, semakin memberikan tekanan yang kuat bagi penderitanya. Kedua, tekanan dari lingkungan di sekitar rumah sakit. Tekanan itu bisa berasal dari pelayanan yang tidak memuaskan, perawat yang tidak ramah, makanan dari rumah sakit yang jauh dari selera, hingga rintihan dan keadaan pasien-pasien lain disekitarnya. Bagi sebagian orang, tekanan yang kedua ini justru terasa lebih menyakitkan daripada penyakit itu sendiri.

Oleh sebab itu, Jika Anda sekarang ini sedang dalam keadaan sakit, apalagi terbaring di rumah sakit, maka tetapkanlah pikiran Anda untuk selalu merasa gembira. Anda tidak perlu melakukan hal “ekstrem” seperti yang dilakukan oleh Earl P. Haney diatas. Anda hanya perlu mengembangkan pikiran yang positif sehingga hal itu akan mampu memicu Anda untuk bahagia dan bersikap lebih rileks. Jika yang sakit itu keluarga Anda, maka hiburlah mereka tawa dan canda. Keluarkan mereka dari tekanan dengan membuat mereka merasa bahagia.

Terakhir, lakukanlah suatu kebaikan dengan pergi menjenguk mereka yang sakit, yang tentunya Anda kenal. Apakah itu, sanak keluarga, tetangga, teman kerja dan lain sebagainya. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan kesembuhan bagi mereka yang saat ini terbaring sakit. Amin…

*****

Melati, 07 Januari 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s