Menanti Konsistensi Anggota Pansus Century

Menanti Konsistensi Anggota Pansus Century

Oleh: Yusrizal

Belakangan ini, angin lobi politik sangat kencang berhembus di DPR. Pasca pembacaan sikap fraksi dalam Pansus Century beberapa waktu yang lalu, seperti di duga sebelumnya memang terdapat pelanggaran hukum dalam bailout Bank Century. Akan kah skor 7-2 seperti yang di dengung-dengungkan sebelumnya akan tetap hingga rekomendasi Pansus dikeluarkan? Ataukah lobi-lobi politik yang dijalankan oleh Partai Demokrat sebagai partai pemerintah yang berhasil merubah skor menjadi 5-4, bahkan membalikkan keadaan menjadi 4-5?

Jika diperhatikan sepintas angka 7-2 mirip seperti skor hasil pertandingan sepakbola. Namun, jarang sekali kita menemukan hasil pertandingan sepakbola hingga mencapai angka tersebut. Ini berarti ada 9 buah gol yang tercipta dalam 2 kali 45 menit jalannya pertandingan.

Angka 7-2 diatas menggambarkan sikap fraksi yang ada di DPR terhadap bailout Bank Century yang ditenggarai merugikan negara sejumlah 6,7 triliun rupiah. Pasca pembacaan sikap fraksi dalam Pansus Century, didapatkan ada 7 Fraksi yang menemukan adanya pelanggaran hukum dalam bailout itu. Sedangkan 2 fraksi lainnya menyatakan hal yang sebaliknya.

Hal ini berarti tidak ada perubahan berarti dalam sikap pansus. Dalam pandangan awal fraksi terhadap bailout ini, skor 7-2 memang telah tecipta.

Yang menjadi pusat perhatian sekarang adalah bagaimana lobi-lobi politik terjadi antara politikus di senayan. Adalah Demokrat yang menjadi aktor utama dalam “sinetron” Bank Century, dalam episode “lobi-lobi” ini.

Sementara tim kecil pansus menyusun rekomendasi akhir, kegiatan lobipun semakin gencar dilakukan. Hal ini tidak ditampik oleh politisi senior partai Golkar, Priyo Budi Santoso.“Ya saya akui hari-hari ini telah terjadi lobi-lobi yang intensif, saya berpendapat wajar karena itu bukan hal yang terlarang, jangan kemudian lobi itu dianggap sebagai dosa besar,” demikian tegas Wakil Ketua DPR tersebut.

Ternyata lobi century ini tidak saja digelar di senayan. Lobipun di gelar luar senayan, tepatnya di salah satu tempat karaoke di senayan city (senci). Beberapa orang elit politik partai menghadiri acara tersebut, seperti Priyo Budi Santoso, Anas Urbaningrum, Agun Gunandjar, Yuddy Chrisnandi, Gayus Lumbuun, dan Fadhli Zon. Sebagian mereka mengelak mengakui bahwa acara tersebut merupakan bagian dari loby century. Mereka berdalih bahwa mereka diundang oleh salah satu tv swasta yang sedang berulang tahun

Terlepas dari apapun dan bagaimanapun cara lobi dilakukan, yang jelas dunia politik tidak akan bisa dilepaskan dari lobi-lobi. Secara umum, istilah lobi mempunyai dua pengertian, yaitu ruang tunggu di gedung atau umum, dan kelompok yang mencari muka untuk mempengaruhi anggota perlemen.

Dalam konteks ini, lobi yang berasal dari kata lobbying mempunyai arti suatu kegiatan dari anggota parlemen untuk mempengaruhi pembuat undang-undang. Dengan kata lain, lobbying yang dilakukan adalah merupakan suatu langkah awal dalam proses menuju negosiasi.

Pengertian Lobi menurut kamus Webster, Lobby atau Lobbying berarti melakukan aktivitas yang bertujuan mempengaruhi pegawai umum dan khususnya anggota legislatif dalam pembuatan peraturan. Sedangkan Lobbyist ialah orang yang mencoba mempengaruhi pembuat undang-undang.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, melobi berarti melakukan pendekatan secara tidak resmi, sedangkan pelobian adalah bentuk partisipasi politik yang mencakup usaha individu atau kelompok untuk menghubungi para pejabat pemerintah atau pimpinan politik dengan tujuan mempengaruhi keputusan atau masalah yang dapat menguntungkan sejumlah orang. (http://shallyhepy.blogspot.com/)

Definisi Lobi dapat disusun sebagai suatu upaya pendekatan yang dilakukan oleh satu pihak yang memiliki kepentingan tertentu untuk memperoleh dukungan dari pihak lain yang dianggap memiliki pengaruh atau wewenang dalam upaya pencapaian tujuan yang ingin dicapai.

Jika kita kaitkan dengan kasus bailout Bank Century, lobi yang dilakukan oleh Partai Demokrat adalah bagaimana mempengaruhi fraksi lain yang menyatakan bahwa ada pelanggaran hukum dalam bailout tersebut. Hal ini tentu diikuti dengan beberapa deal-deal politik yang menguntungkan bagi Fraksi yang di lobi. PKS misalnya, diiming-imingkan akan mendapatkan kursi RI 2. Atau bisa juga berupa ancaman seperti yang diterima Golkar yang akan diganti kadernya yang duduk di posisi menteri.

Begitu gencarnya lobi yang terjadi di DPR tentu akan berpengaruh terhadap opini masyarakat terhadap kinerja Pansus Century. Ada kekhawatiran masyarakat bahwa Pansus akan bersikap lunak terhadap pelanggaran yang terjadi. Meskipun aggota-anggota pansus dari fraksi yang menenggarai adanya pelanggaran seperti Golkar, PDIP dan PKS juga gencar menyatakan bahwa sikap Fraksi mereka tidak akan berubah, namun hal itu tetap saja membuat masyarakat pesimis terhadap hasil kerja pansus.

Akhirnya hanyalah waktu yang bisa menjawab. Masyarakat diminta bersabar untuk menunggu hasil akhir rekomendasi Pansus Century. Masyarakat nantinya juga akan melihat apakah anggota pansus masih bisa bersikap konsisten dengan sikap awalnya terhadap pelanggaran bailout Bank Century. Ataukah lobi politik yang di jalankan oleh demokrat dengan deal-deal politiknya yang justru sukses merubah konsisten anggota pansus. Kita hanya bisa berharap untuk ke konsistenan anggota Pansus Century.

***

Tulisan ini dimuat di Harian Haluan edisi Sabtu 20 Februari  2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s