Anand Krisna dan Mario Teguh juga Manusia

Anand Krisna dan Mario Teguh juga Manusia

Oleh: Yusrizal

Disamping kasus Bailout Bank Century yang telah sampai ke pandangan akhir atau rekomendasi pansus, Ada dua kasus menarik yang belakangan ini menjadi buah bibir dikalangan masyarakat. Pertama, Anand Krisna dengan kasus pelecehan seksualnya terhadap mantan muridnya, yang telah sampai ke pihak kepolisian. Kedua, Mario Teguh dengan tulisannya di status akun Twitter yang menyebutkan perempuan perokok dan yang suka dugem tidak layak untuk dinikahi.

Kedua kasus ini menjadi menarik mengingat Anand Krisna dan Mario Teguh merupakan dua tokoh yang telah lama di kenal masyarakat. Anand Krisna dikenal sebagai tokoh spiritualis lintas agama, nasionalis, humanis, budayawan, dan penuli

Adapun Mario teguh lebih dikenal sebagai motivator ternama, yang wajahnya sering tampil di salah satu televisi swasta nasional dalam acara yang bertajuk: “Mario Teguh Golden Ways”. Pria berkaca mata dan murah senyum ini populer dengan  “Salam Super”nya

s yang tinggal di Jakarta. Anand Krisna juga telah mendirikan sebuah yayasan yang bernama Anand Ashram  pada tahun 1991 yang berafiliasi dengan PBB sejak 2006.

Meskipun Anand Krisna lebih banyak bergerak di bidang spiritual dan Mario Teguh di bidang motivasi dengan kalimat-kalimat bijaknya, namun kedua tokoh ini memberikan pencerahan dalam kehidupan. Kedua tokoh ini mampu membakar semangat para pengikut dan orang-orang yang memiliki ketertarikan dengan dunia spiritual dan pengembangan diri.

Kasus yang menimpa Anand Krisna berawal dari laporan mantan muridnya Tara Pradipta Laksmi ke Polda Metro Jaya. Laporan ini terkait dengan dugaan tindakan asusila yang dilakukan oleh Anand Krisna terhadap Tara dan Sumidah, yang juga mantan muridnya. Anand Krisna disinyalir menggunakan metode semacam mencuci otak, sehingga para muridnya mau melakukan apa saja yang diminta termasuk dicabuli.

Sehubungan dengan kasus Anand Krisna ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Boy Rafli Amar, menegaskan bahwa “Kalau Pasalnya 290 KUHP tentang pencabulan. Namun kami masih perlu melakukan penyelidikan lebih lanjut dan pembuktian-pembuktian”. Menurutnya, jika terbukti bersalah Anand dapat dikenai hukuman empat tahun penjara. (okezone.com)

Anand Krisna sendiri menolak bahwa dia telah melakukan cuci otak dan pelecehan seksual terhadap dua mantan muridnya, Tara dan Sumidah. Meskipun merasa dicemarkan nama baiknya, namun Anand Krisna belum berencana untuk melakukan gugatan balik. Anand lebih mengutamakan jalan mediasi untuk menyelesaikan kasusnya tersebut.

Lain halnya dengan Anand Krisna, kasus yang menimpa Mario Teguh memang belum menyentuh ranah hukum. Dalam twitternya yang bernama MarioTeguhMTGW, dia  menulis: “Wanita yg pas u/ teman pesta, clubbing,brgadang smp pagi,chitchat yg snob,mrokok,n kdang mabuk – tdk mungkin direncanakn jadi istri.” (Okezone.com)

Hal yang sempat menuai reaksi keras dari warga Twitter, ini menyebabkan Mario Teguh segera menutup akun twitternya. Sebelum menutup akun twitternya, Mario Teguh sempat menyampaikan permintaan maafnya. “Kami dan para Moderator MTSC menyampaikan permohonan maaf jika kami belum sepenuhnya membahagiakan Anda. Terima kasih dan salam super. Dengan berat hati kami akan menghapus acc MarioTeguhMTGW sebelum jam 12:00 WIB. Sekali lagi, mohon maaf dan terima kasih,” tulis Mario.

Anand Krisna dan Mario Teguh juga Manusia

Terlepas dari benar tidaknya tindakan asusila yang dilakukan oleh Anand Krisna dan permintaan maaf yang telah disampaikan oleh Mario teguh, ada suatu pelajaran berharga yang dapat kita petik dari kedua kasus tersebut. Setiap manusia tidak akan lepas dari kesalahan. Bak pepatah: “sepandai-pandainya tupai melompat, sewaktu-waktu akan jatuh juga”. Siapapun dia, apapun pekerjaannya, tingkat pendidikan dan pengalamannya, tentu pernah melakukan suatu kesalahan.

Kedua kasus ini menjadi besar lantaran orang yang tersandung dengan kasus tersebut merupakan tokoh panutan masyarakat. Mereka berdua dikenal masyarakat sebagai tokoh yang memberikan pencerahan tentang kehidupan. Tokoh yang ucapan dan tindakannya menjadi sumber inspirasi sekaligus motivasi bagi masyarakat. Merekalah yang mampu membakar semangat dan motivasi kita untuk selalu berbuat kebaikan dan berpikiran positif dalam kehidupan lewat acara-acara talk show di televisi dan buku-buku yang mereka tulis.

Namun, Anand Krisna dan Mario Teguh juga manusia. Manusia yang karena ketidaksempurnaannya, suatu kali tentu akan terpeleset dan melakukan suatu kesalahan dan kekhilafan. Dan khilaf adalah sifat manusia. Bukankah Seneca, seorang bijak yang hidup di zaman Romawi kuno pernah berucap: “Berbuat kesalahan adalah manusiawi. Mengulang-ulangi kesalahan adalah perbuatan setan”.

Berani mengakui kesalahan yang disertai dengan permintaan maaf dan lebih mengutamakan jalan mediasi untuk menyelesaikan suatu permasalahan merupakan dua hikmah yang dapat kita petik dari dua kasus ini. Mario Teguh dengan kebesaran jiwanya mampu mengakui kesalahan dan sekaligus meminta maaf atas kesalahannya tersebut. Anand Krisna yang meski merasa dicemarkan nama baiknya, lebih mengutamakan jalan mediasi daripada menggugat balik seandainya tidak ditemukan bukti hukum tentang tindakan asusila yang diduga dilakukannya.

Terakhir, kita semua tentu pernah melakukan kesalahan. Dari pada terus menghujat dan mengkritik orang yang telah berbuat kesalahan, akan lebih baik jika kita belajar dari kesalahan-kesalahan yang pernah kita dan orang lain lakukan. Dengan demikian, dimasa mendatang kita tidak lagi melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.

***

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s