Manusia Selalu Berubah

Manusia Selalu Berubah

Satu-satunya orang yang perilakunya waras adalah penjahitku: ia melakukan pengukuran yang baru setiap kami bertemu, sementara orang lain mengukurku dengan pengukur lama dan mengharapkan pengukuran lama itu sesuai untukku”.

(George Bernard Shaw)

Suatu ketika seorang sahabat bercerita tentang pengalamannya saat mengambil kuliah S2 di salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Padang. Seperti biasa dalam sistem perkuliahan, diapun mengambil beberapa mata kuliah di semester pertama. Di akhir semester nilai yang diperolehnya cukup baik, kecuali untuk satu mata kuliah dia memperoleh nilai C. Dia menerima nilai yang diberikan oleh dosen pengampu mata kuliah tersebut dengan lapang dada. Dia menyadari bahwa dia sering tidak mengikuti perkuliahan dengan dosen tersebut. Nilai C dirasa pantas untuknya. Diapun bertekad untuk memperbaiki kesalahannya.

Semester berikutnya, seperti biasa dia juga mengambil beberapa mata kuliah yang menjadi kurikulum jurusannya. Salah satu mata kuliah yang diambilnya, rupanya diampu oleh dosen yang sama yang memberinya nilai C pada semester pertama. Karena dia sudah bertekad untuk memperbaiki kesalahannya, maka dia pun mengikuti perkuliahan dengan baik. Termasuk perkuliahan dengan dosen yang memberinya nilai C tersebut. Dia tidak pernah absen mengikuti perkuliahan dengan dosen tersebut. Semua tugas yang diberikan dosen, diselesaikannya dengan baik dan diserahkan tepat pada waktunya.

Diakhir semester ternyata nilai yang ia dapatkan dari dosen tersebut tidak berubah. Dia tetap saja memperoleh nilai C untuk mata kuliah yang diampu oleh dosen tersebut. Sahabat saya itupun merasa kecewa. Dia heran, mengapa setelah dia berubah tetap saja mendapat nilai yang sama. Apa sebenarnya kriteria penilaian yang dipakai oleh dosen tersebut? mengapa dia masih saja memperoleh nilai C? Padahal dia telah rajin mengikuti perkuliahan. Semua tugas-tugaspun diselesaikannya dengan baik dan tepat waktu. Sahabat itupun terpaksa menerima nilai tersebut dengan kecewa, Sambil berharap mendapatkan beasiswa untuk mengulang mata kuliah tersebut di semester-semester berikutnya.

***

Apa yang dialami oleh sahabat diatas barangkali pernah juga kita rasakan. Ketika kita melakukan suatu kesalahan, orang lain akan menilai kita sebagai seseorang yang salah. Namun ketika kita tidak lagi melakukan kesalahan dan telah memperbaiki kesalahan yang terdahulu, seringkali orang tetap menilai kita dengan penilaian yang sama. Akibatnya, kita tetap dianggap melakukan kesalahan, meskipun apa yang kita lakukan tidak lagi salah.

Barangkali ini merupakan efek dari peribahasa “sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak kan percaya”. Peribahasa yang dapat diartikan sekali berbuat kesalahan seumur hidup orang tidak akan percaya, mengikat kita semua untuk memvonis seseorang yang telah berbuat kesalahan. Ketika dia melakukan suatu kesalahan, maka apapun yang akan dilakukannya selanjutnya, tetap tidak akan dipercayai orang lain.

Orang-orang bijak di Minangkabau pernah berkata: “Sakali aia gadang, sakali tapian barubah”. (sekali air besar, sekali tepian berubah). Maksudnya adalah setiap air besar datang setelah hujan lebat, maka akan merubah tepian tempat mandi di pinggir-pinggir sungai.

Pepatah ini menyiratkan bahwa sebenarnya seseorang dalam kehidupan ini akan selalu berubah. Tidak ada seorangpun yang sama dari hari ke hari, bulan ke bulan, bahkan tahun ke tahun. Perubahan ini bisa berupa bertambahnya pengalaman, kerangka berpikir, pendidikan, ilmu pengetahuan, dan minimal bertambahnya umur. Termasuk di dalamnya perubahan yang berasal dari belajar dari kesalahan yang telah dilakukan.

Jadi kenapa kita tidak memberikan kesempatan kepada mereka yang telah melakukan kesalahan untuk memperbaiki kesalahannya dengan mempercayainya bahwa ia bisa berubah ke arah yang lebih baik??

***

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s