Efektifitas Komunikasi Bernada Ancaman

Efektifitas Komunikasi Bernada Ancaman

Oleh: Yusrizal

Penyelidikan kasus bailout Bank Century di tingkat DPR memang telah berakhir beberapa waktu yang lalu. Dalam rapat paripurna DPR tanggal 3 Maret yang lalu, DPR melalui mekanisme voting telah memutuskan opsi C yaitu ada pelanggaran hukum dalam kebijakan FPJP dan bailout Bank Century. Hasil rapat inipun telah diserahkan ke pihak hukum.

Perjalanan panjang penyelidikan kasus bailout Bank Century oleh pansus DPR ini dipenuhi oleh lobi-lobi politik yang dilakukan oleh Partai Demokrat. Lobi-lobi yang dilakukan ternyata tidak saja dipenuhi oleh deal-deal politik yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Namun juga lobi politik yang sifatnya ancaman atau gertakan.

Adanya ancaman resuffle kabinet terhadap menteri-menteri yang berasal dari partai koalisi yang membelot, munculnya kasus pajak yang menyandung Ketua Umum Golkar Aburizal Bakri, Muhammad Misbakhum anggota pansus yang berasal dari PKS yang dilaporkan ke kepolisian dengan tuduhan LC fiktif yang dibuat oleh perusahaannya, merupakan serangkaian bentuk komunikasi yang bersifat ancaman yang dilakukan oleh SBY melalui partai Demokrat.

Komunikasi yang oleh sebagian pengamat dinamakan sebagai komunikasi gertak sambal ini, dalam istilah asing dikenal dengan Fear-Arousing Communication (FAC). FAC sebagai suatu bentuk komunikasi, istilahnya mungkin baru kita dengar. Namun secara substansial komunikasi jenis ini sudah sering kita dengar bahkan kita lakukan. Dalam FAC ini, orang yang menyampaikan pesan (komunikator) mengancam, atau menggertak orang yang menerima pesan (komunikan) untuk melakukan suatu tindakan yang diinginkan oleh komunikator.

Bagaimana jika komunikan tidak mau menuruti apa yang diinginkan oleh komunikator? Dalam hal ini, komunikator akan memberikan hukuman (punishment) kepada komunikan. Dengan adanya ancaman hukuman ini, komunikator berharap agar komunikan menjadi takut dan segera memenuhi keinginan komunikator.

Komunikasi jenis ini, pada dasarnya tidak saja terjadi dalam dunia politik. Dalam kehidupan keluarga dan sosial kemasyarakatan, komunikasi bersifat ancaman ini juga sering terjadi. Ancaman seorang bapak yang tidak akan memberikan uang jajan jika anaknya tidak menuruti perintahnya, ancaman PLN yang akan memutuskan aliran listrik ke rumah warga yang tidak membayar rekening listriknya, merupakan contoh penerapan dari FAC ini.

Berbagai bentuk iklan anti rokok seperti peringatan: “Jangan merokok! Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung dan impotensi”; serta iklan tentang memerangi narkoba yang berbunyi: “sayangi nyawa Anda dengan say no to drugs; narkoba berarti kematian.” dan sebagainya bisa juga dikategorikan ke dalam jenis komunikasi ini.

Yang menjadi pertanyaan adalah efektifkah penggunaan komunikasi yang bersifat ancaman ini? Dengan kata lain seberapa efektifkah FAC ini jika diterapkan?

Jika kita berkaca kepada apa yang telah terjadi di dunia perpolitikan kita dewasa ini, ternyata komunikasi gertak sambal tidak selalu bisa berjalan efektif. Hal ini bisa kita lihat dari sikap beberapa partai politik khususnya partai koalisi seperti PKS dan Golkar yang bergeming terhadap ancaman resuffle terhadap kader mereka yang duduk di kabinet. Kedua partai ini tetap konsisten dengan pandangan awal fraksi mereka yang menyatakan memang ada pelanggaran hukum dalam bailout Bank Century.

Ketidakefektifan komunikasi bersifat ancaman ini juga bisa kita lihat dengan masih banyaknya orang yang merokok dan menggunakan narkoba, meskipun dengan melakukan hal itu, mereka “diancam” akan mendapatkan kanker, serangan jantung, impotensi bahkan berujung kematian. Biasanya mereka beralasan bahwa bukan rokok yang akan membunuh mereka, tetapi ajal. Jika ajal telah tiba, merokok atau tidak, tetap akan meninggal. Jika belum sampai ajal, meskipun ia perokok berat, ia belum akan mati.

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara membuat FAC ini bisa efektif?

Komunikasi jenis ini akan efektif bila, pertama, ada kepercayaan yang tinggi dalam diri komunikan bahwa komunikator memang memiliki kemampuan untuk ‘mematikan’ mereka. Dalam hal ini, pihak yang diancam betul-betul percaya bahwa pihak yang  mengancam tidak sekedar mengancam/menggertak belaka, tetapi lebih dari itu. Pihak yang mengancam memiliki senjata andalan untuk mematikan gerak pihak yang diancam

Kedua, kekuasaan yang dimiliki oleh komunikator jauh lebih besar daripada kekuasaan komunikan. Bisa dikatakan kalau pihak yang mengancam berada jauh di atas pihak yang diancam. Mereka memegang kendali penuh terhadap pihak yang mereka ancam.

Ketiga, ada kepercayaan dalam diri komunikan yang timbul sebagai pengalaman masa lalu, bahwa komunikator tidak pernah ragu-ragu menerapkan ancamannya tersebut. faktor ketiga ini merupakan faktor yang paling penting dalam penerapan komunikasi FAC.

Ketika komunikan tidak melakukan apa yang diinginkan oleh komunikator, dan komunikator langsung memberikan hukuman, maka dalam diri komunikan akan tertanam pemikiran bahwa komunikator tidak sekedar mengancam. Lebih dari itu, komunikator betul-betul melaksanakan ancamannya itu. Namun jika komunikator tidak bertindak apa-apa terhadap komunikan, maka komunikan akan berpikir bahwa ancaman yang dilakukan oleh komunikator hanyalah gertak sambal saja.

Kegagalan Partai Demokrat dengan komunikasi gertak sambalnya ketika melobi partai koalisi yang membelot seperti PKS, Golkar dan PPP dalam skandal bank Century menyiratkan kepada kita bahwa ternyata komunikasi yang dilakukan dengan ancaman atau paksaan ternyata tidak selalu efektif. Patut juga dipertimbangkan untuk lebih mengedepankan komunikasi yang bersifat persuasif dalam menyelesaikan suatu permasalahan.

***

3 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s