Nilai Diri

Nilai Diri

“ Tidak ada satupun kehadiran di muka bumi yang tidak bernilai, sepanjang kita mampu menemukan nilainya.”

(anonim)

Suatu ketika dalam sebuah seminar, seorang pembicara mengeluarkan uang seratus ribu rupiah yang masih baru dari dompetnya dan bertanya kepada peserta seminar:”siapa yang mau uang seratus ribu ini?” tangan-tangan mulai terangkat dimana-mana.

” Saya akan memberikan uang ini kepada salah satu dari kalian. Tapi sebelumnya izinkan saya melakukan ini.” Si pembicara lalu meremas uang kertas itu. Kemudian kembali bertanya: ”Siapa yang tetap menginginkan uang ini? Tangan-tangan yang sama kembali terangkat.

”Baiklah,” lanjutnya kemudian, ”bagaimana jika saya melakukan ini?”. Dia menjatuhkan uang itu ke lantai, kemudian menginjak-injaknya dengan menggunakan sepatu. Dia kemudian memungut uang yang sudah kusut dan kotor itu. ”Sekarang, siapa yang masih menginginkannya?” Kembali tangan-tangan terangkat.

***

Ilustrasi di atas memberikan pelajaran yang berharga kepada kita. Meskipun uang yang akan diberikan kepada peserta seminar telah berubah dari masih baru hingga kusut dan kotor setelah diinjak-injak, tetapi peserta seminar tetap menginginkan uang tersebut. Mengapa demikian? Ya.. karena apapun perlakukan yang diterima oleh uang tersebut, tetap tidak akan menghilangkan nilainya.

Demikian pula halnya dalam kehidupan. Ketika kita jatuh, kusut dan hancur lebur karena keputusan yang telah kita buat, atau karena situasi yang terjadi pada diri kita, kita sering merasa tidak berharga. Baik di mata orang lain maupun di mata kita sendiri. Tapi suatu hal yang perlu kita ingat dan camkan dalam hati adalah terlepas dari apapun masalah yang sudah atau akan terjadi, kita tidak akan pernah kehilangan nilai kita sebagai manusia.

Adalah suatu hal yang absurd bahwasanya setiap manusia memiliki nilai diri masing-masing. Nilai diri ini dibawa oleh manusia semenjak dia lahir ke dunia ini. Siapapun dia, apapun latar belakang pendidikan dan pekerjaannya, yang jelas setiap manusia memiliki nilai yang perlu dihargai dan dihormati. Mulai dari pengemis, pengamen, anak jalanan, buruh pabrik,  orang-orang cacat hingga ke pegawai kantoran dan direktur suatu perusahaan, semuanya memiliki nilai dalam diri mereka.

Permasalahannya adalah mampukan kita menemukan nilai tersebut dalam diri setiap orang?

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s