Kado Istimewa untuk Habib

Kado Istimewa Untuk Habib

Oleh: Yusrizal Firzal

Habib baru saja pulang dari sekolah. Setelah mengucapkan salam, segera dia masuk ke rumah. Tanpa menunggu jawaban salam dari bundanya.

”Eh… anak bunda sudah pulang. Kok ndak ngucap salam dulu, sayang?” Protes Bunda yang baru keluar dari dapur.

”Sudah Bun. Habib tadi udah ucapkan salam. Bunda saja yang gak dengar.” Sahut Habib yang tengah duduk di kursi sembari membuka kaos kaki. Kemudian melemparnya begitu saja.

”Lho kok dilempar. Masukan dong ke dalam sepatu. Biar besok kamu gak susah mencarinya lagi. Nih sekalian bawa tas kamu ke dalam kamar.” Ucap Bunda seraya memungut tas yang tergeletak di sudut ruang tamu.

Dengan wajah cemberut, Habib memasukkan kaos kakinya ke dalam sepatu. Setelah meraih tas dari tangan Bunda dan meletakkan sepatu di rak, Habib kemudian masuk ke kamar.

”Sekalian, ganti bajunya ya sayang” terdengar suara bunda dari luar.

”Oke deh Bunda.” Jawab Habib sambil membuka kancing baju sekolahnya. Saat ini habib masih duduk di kelas satu SD. SD tersebut tidak jauh dari rumahnya, sehingga Habib bisa pergi dan pulang sendiri.

***

” Bun, dua hari lagi kan ulang tahunku. Bunda bikin kue ndak?” tanya Habib ketika makan siang. Waktu itu dia telah selesai sholat zhuhur.

” Oh ya… Bunda hampir lupa. Emang kamu mau dibikinin kue apa? Gimana kalau black forrest. Sekalian ntar Bunda bikin soto.”

”Benar nih bun? Weah…. asyik.. dong. Ntar boleh gak Habib ajak si Ihsan sama Iqbal ke sini. Waktu kemarin Ihsan ulang tahun, dia juga mengajak aku ke rumahnya. Bunda ingatkan waktu Habib dijemput oleh Iqbal?”

”Iya… sayang. Bunda ingat kok. Kenapa tidak kita rayakan saja dengan mengundang teman-temanmu dekat sini?”

”Gak usah Bun, itu kan menghabiskan banyak uang.”

Bundapun tersenyum dengan jawaban polos Habib.

”Klik” suara pintu kulkas dibuka. Sesaat terdengar suara air yang dituang ke dalam gelas. Kemudian terdengar lagi bunyi pintu kulkas di tutup.

”Glek..glek..glek….” Karena kepedasan, Habib langsung menelan habis air dingin dalam gelas.

”Oh ya Bun, bagaimana khabar kakek sekarang. Apa masih sakit?”

”Waktu Bunda pergi sama ayah ke rumah kakek tiga hari lalu, kakek masih sakit. Beliau hanya istirahat di tempat tidur setelah berobat ke dokter. Kata nenek gula darah kakek naik lagi. Jadi kakek sering merasa pusing dan mual.”

”Semoga kakek cepat sembuh ya Bun.. biar kakek dan nenek bisa ke sini waktu ulang tahunku nanti” Habib sudah menyelesaikan makan siangnya.

”Makanya, sehabis sholat, kamu juga doakan kakek dan nenek biar sehat selalu.” kata Bunda sambil mengangkat piring makan yang telah kotor ke kamar mandi.

”Iya deh…” Habibpun segera berlalu masuk ke kamarnya.

***

Malam itu, setelah makan malam bersama, Ayah, Bunda dan Habib duduk bersama di ruang tengah. Habib lagi asyik mengerjakan PR dibantu oleh Bunda. Sedangkan ayah asyik mendengar berita di televisi.

”Yah, ayah mau beliin apa buat ulang tahunku nanti?” Tanya Habib sambil duduk di pangkuan ayahnya ketika ia telah selesai mengerjakan PR-nya. Bunda kembali ke belakang untuk mencuci piring.

”Rahasia dong. Ntar kalau ayah beritahu sekarang, gak surprise lagi.” Ayah tersenyum sambil mencubit gemas pipi Habib.

”Iiiihh.. Ayah, pake main rahasia segala..”

”Tunggu saja deh, ntar ayah siapkan kadonya.”

”Tapi… Gak seru yah, kalau gak ada kakek dan nenek. Ayah singgah ke rumah kakek, sewaktu pulang kerja tadi?”

”Ayah pulang kesorean. Banyak kerjaan ayah di kantor. Jadi gak sempat ke rumah kakek. Tapi tadi ayah sudah telepon. Kata nenek, keadaan kakek sudah mulai baikan.”

”Mudah-mudahan kakek cepat sembuh ya.. yah”

Ayah mengangguk pelan seraya tersenyum memandang wajah polos anak laki-lakinya itu. Sesaat kemudian ibu kembali ke ruang tengah, setelah selesai mencuci piring. Merekapun asyik bercengkerama hingga malam semakin larut.

Dalam kamarnya, setelah sholat Isya Habib berdoa:”Ya Allah…. Berikan kesembuhan buat kakekku… sehingga kakek dan nenek bisa ke sini untuk merayakan ulang tahunku. Aku tidak mengharapkan kado apa-apa dari mereka. Kehadiran mereka di hari ulang tahunku adalah kado Istimewa bagiku. Amin…”

Sesaat kemudian, Habibpun larut dalam mimpinya….

***

Minggu, 30 Mei 2010

Hari ini adalah hari bahagia bagi Habib. Karena hari inilah hari ulang tahunnya. Kue buatan Bunda sudah ada di atas meja kecil yang biasa digunakan Habib untuk membuat PR. Disamping kue juga sudah ada kado yang dijanjikan oleh ayah malam itu. Isinya masih rahasia. Ayah masih belum mau menyebutkannya.

Habib juga sudah berpakaian rapi. Ihsan dan Iqbalpun sudah datang. Merekapun membawa kado. Tidak banyak yang hadir di ruangan tengah itu. Selain mereka, juga ada tetangga sebelah rumah yang membantu bunda menyiapkan makanan.

Suasananya cukup meriah. Lagu selamat ulang tahun, happy birthday dan panjang umur, silih berganti terdengar. Namun ada yang belum lengkap rasanya. Habib masih merasa ada yang kurang. Ya… Kado istimewanya belum ada.

Habib sedih karena sampai saat ini kakek dan neneknya belum juga datang. Ayah dan bundanya mencoba untuk menyenangkannya.”Sabar nak ya, ntar lagi kakek dan nenek juga sampai. Ayo kita tiup lilin dulu. Setelah itu, kita potong kuenya dan makan sotonya. Lihat tuh, Ihsan dan Iqbal sudah lama menunggu.” Pinta Bundanya.

Namun habib belum mau meniup lilin sebelum kakek dan neneknya datang. Wajahnya kelihatan sedih. Ia hendak lari ke kamar, ketika tiba-tiba terdengar suara motor dari depan rumah. Dua orang tukang ojek berhenti di depan rumah. Menurunkan dua orang penumpang yang sudah tua.

”Kakek….. Nenek….!!” Habib segera lari keluar menyambut kedatangan kakek dan neneknya. Diciumnya tangan kakek dan neneknya itu. ”Kakek, nenek, ayo masuk….”

Betapa girangnya hati Habib karena kedatangan kakek dan neneknya. Segera ditariknya tangan kakek dan neneknya itu ke ruang tengah. Beberapa saat kemudian, acara ulang tahun sederhana itupun dimulai…

Acara memang sederhana, tetapi Habib mendapatkan kado istimewanya.

***

Padang, 26 Mei 2010

Selamat ulang tahun buat anakku

Habiburrahman Fahri Al Firzal

Sebuah kado dari ayah…

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s