Komunikasi Organisasi Nonverbal

KOMUNIKASI ORGANISASI NONVERBAL

Pengertian

Komunikasi nonverbal adalah penciptaan dan pertukaran pesan dengan tidak menggunakan kata-kata, seperti komunikasi yang menggunakan gerakan tubuh , sikap tubuh, vokal yang bukan kata-kata, kontak mata, ekspresi muka, kedekatan jarak dan sentuhan.

Perbedaan Komunikasi Verbal dengan Komunikasi Nonverbal

Ada beberapa perbedaan mendasar antara komunikasi verbal dengan komunikasi nonverbal, yaitu:

  1. Komunikasi verbal bersaluran tunggal, nonverbal multisaluran
  2. Pesan verbal terpisah-pisah, pesan nonverbal berkesinambungan
  3. Komunikasi nonverbal lebih banyak mengandung muatan emosional dibanding komunikasi verbal (Mulyana:2007)

Pentingnya Komunikasi Nonverbal

Dale G. Leathers (Rakhmat:2001) menyebutkan enam alasan mengapa pesan (komunikasi-red) nonverbal sangat penting, yaitu:

1. Sangat menentukan makna dalam komunikasi interpersonal

Ketika kita mengobrol atau berkomunikasi tatap muka, kita banyak menyampaikan gagasan dan pikiran kita lewat pesan-pesan non-verbal. Pada gilirannya orang lain pun lebih banyak membaca pikiran-pikiran kita lewat petunjuk-petunjuk non-verbal. Menurut Birdwhistell tidak lebih dari 30%-35% makna sosial percakapan atau interaksi dilakukan dengan kata-kata, dan sisanya dilakukan dengan pesan non-verbal.

2. Perasaan dan emosi lebih cermat disampaikan lewat pesan nonverbal

Menurut Mahrabian (1967), hanya 7% perasaan kasih sayang dapat dikomunikasikan dengan kata-kata. Selebihnya, 38% dikomunikasikan lewat suara, dan 55% dikomunikasikan melalui ungkapan wajah (senyum, kontak mata, dan sebagainya).

3. Pesan nonverbal menyampaikan makna dan maksud, relatif lebih bebas dari penipuan, distorsi, dan kerancuan

Pesan non-verbal jarang dapat diatur oleh komunikator secara sadar. Misalnya sejak zaman prasejarah, wanita selalu mengatakan “tidak” dengan lambing verbal, tetapi pria jarang tertipu. Mereka tahu ketika “tidak” diucapkan, seluruh anggota tubuhnya menyatakan “ya”. Kecuali actor-aktor yang terlatih, kita semua lebih jujur berkomunikasi melalui pesan non-verbal. Hal yang kadang kemudian terjadi adalah double binding dimana ketika pesan non-verbal bertentangan dengan pesan verbal, orang pada akhirnya akan bersandar pada pesan non-verbal.

4. Mempunyai fungsi metakomunikatif yang sangat diperlukan untuk mencapai komunikasi yang berkualitas tinggi.

Fungsi metakomunikatif artinya memberikan informasi tambahan yang memperjelas maksud dan makna pesan. Di atas telah dipaparkan mengenai fungsi repetisi, substitusi, kontradiksi, komplemen, dan aksentuasi. Semua ini menambah kadar informasi dalam penyampaian pesan.

5. Merupakan cara komunikasi yang lebih efesien

Dari segi waktu, pesan verbal sangat tidak efisien. Dalam paparan verbal selalu terdapat redundansi (lebih banyak lambang dari yang diperlukan), repetisi, ambiguity, dan abstraksi. Diperlukan lebih banyak waktu untuk mengungkapkan pikiran kita secara verbal daripada secara nonverbal.

6. Merupakan sarana sugesti yang paling tepat.

Ada situasi komunikasi yang menuntut kita untuk mengungkapkan gagasan atau emosi secara tidak langsung. Sugesti di sini dimaksudkan menyarankan sesuatu kepada orang lain secara implicit. Leathers (1976) menyatakan bahwa jika anda meminta pelayanan seksual dari anak di bawah umur secara verbal, anda dapat menerima hukuman pernjara. Jika anda melakuka hal yang sama secara non-verbal, anda bebas dari hukuman. Kita dapat memuji seseorang secara verbal, tetapi mengecamnya secara non-verbal. Inipun sulit dituntut secara hukum.

Fungsi Komunikasi Nonverbal

Menurut Arni Muhammad (2000), komunikasi nonverbal memiliki beberapa fungsi, yaitu:

1)      Pengulangan

Komunikasi nonverbal biasanya digunakan sebagai pengulangan dari apa yang telah dikatakan secara verbal.

2)      Pelengkap

Tanda-tanda nonverbal dapat digunakan untuk melengkapi, menguraikan atau memberikan penekanan terhadap pesan verbal

3)      Pengganti

Pesan nonverbal digunakan untuk menggantikan pesan verbal dalam hal pesan verbal seperti pemicaraan tidak memungkinkan, tidak diinginkan  atau tidak tepat diucapkan.

4)      Memberikan Penekanan

Tanda-tanda nonverbal digunakan untuk memberikan penekanan terhadap kata-kata yang diucapkan.

5)      Memperdayakan

Kadang-kadang tanda-tanda nonverbal sengaja diciptakan untuk memberikan informasi yang salah, dengan maksud memberikan pengarahan yang tidak benar atau untuk memperdayakan orang lain sehingga orang lain mungkin salah dalam menafsirkan pesan tersebut.

Dengan bahasa yang sedikit berbeda, namun dengan substansi yang sama, Mark L. Knapp, (Rakhmat:2001) menyebut lima fungsi nonverbal, yaitu:

1)      Repetisi, mengulang kembali gagasan yang sudah disajikan secara verbal

2)      Substitusi, menggantikan lambang-lambang verbal.

3)      Kontradiksi, menolak pesan verbal atau memberi makna lain terhadap pesan verbal

4)      Komplemen, melengkapi dan memperkaya makna pesan nonverbal

5)      Aksentuasi, menegaskan pesan verbal atau menggarisbawahinya.

Karakteristik Komunikasi Nonverbal

Beberapa karakteristik dari komunikasi nonverbal adalah:

1)      Kita selalu berkomunikasi

2)      Arti tergantung kepada konteks

3)      Komunikasi nonverbal lebih dapat dipercaya

4)      Cara utama dalam menyatakan perasaan dan sikap

Tipe Komunikasi Nonverbal

Berikut beberapa tipe komunikasi nonverbal:

1)      Vokalik

Vokalik adalah tingkah laku nonverbal yang berupa suara, tetapi tidak berupa kata-kata. Vokalik bisa juga berarti tanda-tanda yang diciptakan dalam proses mengucapkan pesan, selain dari kata-kata itu sendiri.

Ada beberapa hal yang termasuk ke dalam jenis vokalik ini, yaitu:

a)      Kualitas suara, berkenaan dengan pengontrolan vokal, turun naik suara, pengontrolan nada suara, pengucapan kata dengan jelas, gema suara dan kecepatan berbicara.

b)      Karakteristik vokal, seperti tertawa, menangis, berbisik, keluh kesah, menguap.

c)      Permberi sifat vokal, intensitas, tinggi suara dan luas suara.

d)      Pemisahan vokal seperti um, uh-huh dan perbedaan diam dan gangguan suara.

2)      Bahasa badan

Yang termasuk kedalam kategori bahasa badan adalah

a)      Ekspresi muka

b)      Pandangan mata

c)      Gestur atau Gerakan Isyarat

d)      Sentuhan

3)      Penggunaan ruangan atau jarak

Menurut Edward Hall ada empat macam jarak yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana kita memilih jarak itu, tergantung kepada bagaimana perasaan kita terhadap orang lain dalam konteks pembicaraan dan tujuan pribadi kita. Pembagian jarak tersebut adalah:

a)      Jarak yang menunjukkan keintiman

Jarak ini mulai dari kontak kulit hingga sampai 18 Inchi. Jarak ini biasanya digunakan untuk interaksi dengan orang-orang yang kita rasa dekat secara emosional dan untuk situasi yang lebih bersifat pribadi, seperti memperlihatkan perasaan senang, kasih sayang, dan perasaan melindungi.

b)      Jarak pribadi atau personal

Jarak ini berkisar antara 45 cm sampai 135 cm. Jarak pribadi ini biasanya diambil untuk melakukan percakapan yang lebih bersifat pribadi.

c)      Jarak sosial

Jarak sosial ini berkisar antara 135 cm sampai 4m. dalam jarak ini, bermacam-macam komunikasi dapat terjadi, salah satunya yaitu komunikasi dalam bisnis. Termasuk di dalamnya komunikasi antara penjual dan pembeli. Jarak  sosial yang agak jauh seperti 2,25m sampai 4m digunakan dalam situasi yang lebih formal dan tidak bersifat personal seperti jarak yang biasa digunakan antara atasan dan bawahan dalam suatu organisasi.

d)      Jarak umum

Jarak umum merupakan jarak yang paling jauh dalam komunikasi, yaitu lebih dari 4m. Jarak umum terdekat yang biasanya digunakan yaitu komunikasi antara guru di muka kelas dengan siswanya. Jarak umum yang terjauh adalah 8 m yang menjadikan komunikasi dua arah sulit dilakukan. Penggunaan jarak umum ini biasanya dilakukan dalam pembicaraan kelompok yang agak banyak, serta dalam keadaan dimana orang tidak tertarik untuk mengadakan dialog.

4)      Penggunaan waktu

Bagaimana seseorang menggunakan waktunya, memberikan informasi kepada orang lain tentang dirinya.

Ada tiga hal yang perlu diingat dalam komunikasi nonverbal

1)      Karena interpretasi adalah karakteristik yang kritis dalam komunikasi nonverbal, maka adalah sulit menyamakan tindakan stimulus nonverbal tertentu dengan satu pesan verbal khusus

2)      Komunikasi nonverbal tidaklah merupakan sistem  bahasa tersendiri, tetapi lebih merupakan bagian dari sistem verbal.

3)      Komunikasi nonverbal dapat dengan mudah ditafsirkan salah.

***

Sumber Referensi:

Muhammad, Arni. 2000. Komunikasi Organisasi. Jakarta: Penerbit Bumi Aksara

Rakhmat, Jalaluddin. 2001. Psikologi Komunikasi (edisi revisi). Bandung: Penerbit PT Remaja Rosdakarya

Mulyana, Deddy. 2007. Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung: Penerbit PT Remaja Rosdakarya

4 Comments

  1. Ping balik: Komunikasi Nonverbal dalam Organisasi « Yusrizalfirzal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s