Hukum Universal

Hukum Universal (Gold Rules)

By

Yusrizal

Manusia sebagai makhluk sosial, tidak akan lepas dari kegiatan interaksi dengan manusia lainnya. Dalam kegiatan interaksi tersebut, seringkali kita mengedepankan ego masing-masing dan cenderung mengabaikan keberadaan ego orang lain yang menjadi lawan interaksi.  Kita ingin dihormati dan dihargai, namun kita sering lupa bahwasanya orang lainpun ingin dihormati dan dihargai. Kita senang dan gembira begitu ide-ide kita didengar dan diterima orang lain, namun kita masih saja memandang remeh terhadap ide-ide yang dimiliki orang lain. Kita tidak ingin kelemahan-kelemahan kita diketahui dan menjadi bahan gunjingan orang lain, namun alangkah mudahnya kita terhanyut dengan obrolan-obrolan yang awalnya santai yang kemudian menjurus kepada gunjingan.

Hal-hal seperti itu seringkali kita temui dalam kehidupan sehari-hari, baik di kantor, di rumah, dan di masyarakat luas. Arus globalisasi dan informasi yang berkembang pesat telah membuat kita lupa kepada sebuah hukum universal. Padahal hukum universal (Gold Rules) itu merupakan pegangan  yang perlu kita pedomani dalam menjalankan kehidupan. Begini bunyi hukum universal tersebut.

1. Apa saja yang membuat Anda senang, gembira, dan suka, demikian juga yang dirasakan orang lain. Perlakukan orang seperti Anda ingin diperlakukan.

2. Segala sesuatu yang tidak mengenakkan Anda, membuat Anda marah atau tersinggung, demikian juga yang dirasakan orang lain. Hindarilah memperlakukan orang lain seperti Anda tidak ingin diperlakukan.

Simple bukan? Ya…  meskipun simple namun kita sering melupakannya. Kita terlalu memperturutkan ego pribadi dan hanyut dalam dekapan emosi yang mematikan, yang membuat kita kehilangan rasa saling menghargai dan menghormati.  Semoga kita selalu ingat dengan hukum Universal tersebut. Salam Sukses!!!

3 Comments

  1. dulu pas kuliah, saya pusing dengan definisi etika yang di text book, dari kata ini itu, bahasa sana-sini, dst…

    Trus saya ambil aja definisi dari Sayyid Muhammad Nuh, kurang lebih etika itu adalah apa-apa yang membuat masyarakat nyaman, teratur….

    eh, pak dosen kok malah kurang berkenan…padahal saya mengambil definisi ini agar kita selalu merasa mudah mengingat so mudah dihafalkan…

    karena definisi buku itu susah diingat so ga practicable…ujung2nya cuma jadi hafalan ujian doang??????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s