Kami Lepas Sukmamu pada malam
di Lebaran Kedua. (mengenang ayah kami tercinta)
oleh: Yusrizal Firzal
malam itu…
luka menganga
perih, pedih, menyakitkan
malam itu Syawal masih balita
rembulan masih malu-malu menampakkan diri
dicilukbai bintang-bintang
malam itu magrib tlah tunai
tak lagi diiringi takbir tahmid dan tahlil
timbang terima nyamuk dan lalatpun tlah usai
di ruangan itu…
luka menganga
perih, pedih, menyakitkan
di ruangan itu, aroma Izrail menyeruak
mengisi pori-pori udara
kepergianmu menggoreskan luka menganga
perih, pedih, menyakitkan
di hati kami, istrimu, anak-anakmu, menantu-menantumu, cucu-cucumu,
kemenakan-kemenakanmu, adik-kakakmu, semendamu,
ipar besanmu, dan sahabat-sahabatmu.
tak sepasang matapun luput dari buliran bening
basah, sembab, menggumpal, jatuh di pipi
puluhan isak membahana, mengiringi pasrahmu dijemput Izrail
kami lepas sukmamu pada malam di lebaran kedua
tawa menyambut kemenangan di hari yang fitri
berganti duka penuh deraian air mata
bayangan tentang dirimu melintas begitu saja
di setiap sudut kenangan kami
uda, ayah, kakek, adik, kakak, mak etek, dadang
tak ada lagi panggilan itu tersemat ke ragamu
biarlah panggilan itu tetap hidup dalam setiap kenangan kami
pengisi cerita tatkala kami terkenang akan dirimu, kebaikanmu.
kami lepas sukmamu pada malam di lebaran kedua.
Padang, 13 Mei 2011