Jurnal Ilmiah

Contoh Jurnal Ilmiah

Kontribusi Kecerdasan Emosional dan Budaya Organisasi terhadap Kualitas Pelayanan di Fakultas

Selingkungan Universitas Negeri Padang

 

Yusrizal

 

Program Pascasarjana Universitas Negeri Padang

The aim of this research was to reveal the contribution of the emotional intellegency of the staffs and Culture of Organization collectively toward Services Quality at Faculties in State University of Padang. There were three hypoteses wich were tested in the research. First, the emotional intellegency had a contribution toward services quality. Second, culture of organization had a contribution toward services quality. Third, emotional intellegency and culture of organization collectively contributed toward services quality.

The population of the research was 247 administratif staff at faculties in State University of Padang. The samples of the research were 83 staff selected by using a stratified proportional random sampling technique. The data were analyzed by using a Likert scale questionnaire whose validity and reability had been tested. The cooficien were rtt = 0,92 for Service Quality, rtt = 0,92 for the emotional intellegency of the staffs, and rtt = 0,93 for culture of Organization.

The findings of the research showed that (1) there was 16,30% contribution of the emotional intellegency toward Services Quality, (2) there was 10% contribution culture of organization toward services quality, and (3) there was 25,40% contribution of the emotional intellegency and culture of organization collectively toward services quality. It is, therefore, concluded that staff’s emotional intellegency and Culture of Organization are two important factors that significantly contribute to the quality services provided by the administrative staff at faculties in State University of Padang.

Kata Kunci: Kecerdasan Emosional, Budaya Organisasi, Kualitas Pelayanan

Lanjut membaca

Di Suatu Petang yang Berdebu

Di Suatu Petang yang Berdebu
Yusrizal Firzal

“Siaaap, grak!”
“Lancang depaaan, grak!”
“Tegaaaak, grak!”
“Istirahat di tempaaat, grak!”
Angin kemarau yang jatuh di pelupuk mata tak digubrisnya. Menatap tajam satu persatu wajah-wajah yang berbaris di hadapannya. Wajah-wajah penuh corengan debu itu menyiratkan keberanian dan tekad yang bulat.
“Kawan-kawan, tentara Zionis itu semakin merajalela. Kedatangan mereka merupakan awal kesengsaraan bangsa kita. Mereka rampas dan kuasai jengkal demi jengkal tanah-tanah leluhur kita. Perlahan namun pasti, mereka dirikan pemukiman-pemukiman yahudi.”
“Kehidupan mereka sangat mapan. Mereka tak mengenal kemiskinan. Tak ada yang merasakan kekurangan makanan. Tapi mereka lupa. Semua itu mereka rampas dari tangan kita, milik kita, rakyat Palestina. Mereka nikmati kemapanan di atas genangan darah bercampur air mata keluarga kita yang terserak. Mereka berpesta di tumpukan tubuh-tubuh yang menggelepar meregang nyawa. Mereka menari di atas penderitaan kita. Sungguh biadab! Terkutuk zionis!”
Lanjut membaca

Dasar-Dasar Ilmu

Dasar-Dasar Ilmu

 

A.      Ontologi

Setelah mengutip beberapa pendapat ahli mengenai pengertian ontologi, Amsal Bakhtiar menyimpulkan sebagai berikut.

  1. Menurut bahasa, ontologi berasal dari bahasa Yunani yaitu On/Ontos = ada, dan Logos = Ilmu. Jadi ontologi adalah ilmu tentang yang ada.
  2. Menurut istilah, ontologi adalah ilmu yang membahas tentang hakekat yang ada, yang merupakan ultimate reality baik yang berbentuk jasmani (kongkret) maupun rohani (abstrak).

Dalam pemahaman ontologi, ditemukan pandangan-pandangan pokok pemikiran sebagai berikut. Lanjut membaca

Negara dan Pendidikan: Sentralisasi dan Desentralisasi Pendidikan dan Manajemen Berbasis Sekolah


A.      Konsep Sentralisasi Pendidikan

Sentralisasi adalah seluruh wewenang terpusat pada pemerintah pusat. Daerah tinggal menunggu instruksi dari pusat untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan yang telah digariskan menurut Undang-Undang. Menurut ekonomi manajemen sentralisasi adalah memusatkan semua wewenang kepada sejumlah kecil manager atau yang berada di suatu puncak pada sebuah struktur organisasi. Sentralisasi banyak digunakan pemerintah sebelum otonomi daerah. Kelemahan sistem sentralisasi adalah dimana sebuah kebijakan dan keputusan pemerintah daerah dihasilkan oleh orang-orang yang berada di pemerintah pusat sehingga waktu untuk memutuskan suatu hal menjadi lebih lama.

Indonesia sebagai negara berkembang dengan berbagai kesamaan ciri sosial budayanya, juga mengikuti sistem sentralistik yang telah lama dikembangkan pada negara berkembang. Konsekuensinya penyelenggaraan pendidikan di Indonesia serba seragam, serba keputusan dari atas, seperti kurikulum yang seragam tanpa melihat tingkat relevansinya bagi kehidupan anak dan lingkungannya.

Lanjut membaca

Proses Pengawasan

Proses Pengawasan

 

Menurut Handoko (1998), proses pengawasan biasanya terdiri dari paling sedikit lima tahap (langkah). Tahap-tahapnya adalah sebagai berikut:

1.    Penetapan standar pelaksanaan

Standar mengandung arti sebagai suatu satuan pengukuran yang dapat digunakan sebagai patokan untuk penilaian hasil-hasil. Tujuan, sasaran, kuota, dan target pelaksanaan dapat digunakan sebagai standar. Adapun bentuk standar yang lebih khusus antara lain target penjualan, anggaran, bagian pasar, marjin keuntungan, keselamatan kerja dan sasaran produksi.

Lanjut membaca

Pembuatan Keputusan, Kerangka, dan Konteks Disipliner

Pembuatan Keputusan, Kerangka, dan Konteks Disipliner

 

Pengertian Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan adalah pekerjaan sehari-hari dari manajemen. Seorang eksekutif, manajer, kepala bagian, direktur, presiden, rektor, dekan, dan pejabat apapun, kehidupan mereka dalam organisasi selalu bergumul dengan keputusan. Sebagian waktu mereka harus dicurahkan pada penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan.

Berikut ini beberapa pendapat ahli mengenai pengertian pembuatan keputusan atau pengambilan keputusan.

  1. Lanjut membaca